Inovasi Mahasiswa di Pimnas Harus Bisa Jadi Startup 'Unicorn'

- Rabu, 28 Agustus 2019 | 10:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

DENPASAR, suaramerdeka.com - Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32 baru saja dibuka, dengan hadirnya Pimnas diharapkan karya-karya inovasi mahasiswa yang lebih kreatif, baik dalam bidang teknologi, sains, sosial, humaniora maupun dalam bidang-bidang lain sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat pada umumnya.

"Inovasi yang sudah dihasilkan mahasiswa ini harus bisa menjadi startup, maka dari itu kita harus mendorong agar inovasi tersebut bisa menghasilkan industri baru dan bisa menjadi startup yang diharapkan nantinya startup itu bisa menjadi unicorn-unicorn baru. Mudah-mudahan mahasiswa yang saat ini mengikuti Pimnas bisa menjadi unicorn masa depan untuk Indonesia," ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir.

Penguasaan sains dan teknologi merupakan salah satu kunci untuk merintis kehidupan yang lebih terbuka dan modern. Pimnas dapat menjadi salah satu kegiatan strategis dan inovatif untuk mendukung pencapaian sumber daya manusia (SDM) yang unggul. "Tugas besar perguruan tinggi tidak hanya mengembangkan kreativitas mahasiswa, tetapi juga memberikan ruang lebih terbuka untuk melakukan inovasi baru dengan dimensi pengembangan yang lebih luas," tuturnya.

Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa sangat penting untuk meningkatkan riset dan inovasi di perguruan tinggi, hasilnya agar dapat dihilirkan ke dunia industri. Oleh karena itu, kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan industri sangat penting untuk menghasilkan startup yang baik. "Diharapkan mahasiswa akan menjadi pemuda Indonesia yang mampu merubah ekonomi Indonesia menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang dan Indonesia menjadi ekonomi yang maju dan berkembang," tambahnya.

Nasir berharap dari Pimnas ini akan menghasilkan juara-juara yang mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru, karya ilmiah baru yang mampu diterbitkan pada jurnal yang bereputasi. Selain itu, Nasir mengungkapkan bahwa tujuan lain dari Pimnas ini adalah untuk mencari bibit-bibit unggul dari inovasi yang dihasilkan mahasiswa mulai dari karya ilmiah dan kreativitasnya.

Rektor Universitas Udayana, A.A. Raka Sudewi berharap seluruh peserta Pimnas dapat berkompetisi dengan baik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. "Kami harap seluruh peserta dapat berkompetisi sesuai dengan ketentuan peraturan yang telah dibuat, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai harapan bersama," ungkap Rektor Universitas Udayana, A.A. Raka Sudewi.

Tahun ini, jumlah peserta terbesar dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 1.614 mahasiswa dan 460 dosen pendamping dari 70 perguruan tinggi negeri dan 56 perguruan tinggi swasta seluruh Indonesia. Mereka terbagi dalam 460 tim terpilih dari Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai tahun 2019 sebanyak 3.621 Proposal.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X