Banyak Kepala Daerah Terjerat Praktik Korupsi, Bukti Tingginya Pembiayaan Politik

- Rabu, 1 September 2021 | 10:00 WIB
Ilustrasi korupsi./Pixabay/mohamed_hasan (Amelia Hapsari)
Ilustrasi korupsi./Pixabay/mohamed_hasan (Amelia Hapsari)

"Jadi nanti ketika terpilih tentulah para donatur ini akan meminta jatah untuk berbagai proyek," tambah Bambang.

Adapun pasca kontestasi, banyak kepala daerah yang berupaya mempertahankan dinastinya agar tetap berkuasa.

Salah satunya dengan memperluas jejaring dukungan hingga memperbaiki pencitraan diri.

"Tentulah lingkaran pembiayaan politik ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sehingga pada akhirnya ini menjadi salah satu faktor penekan (pressure) yang membuat banyak kepala daerah harus terjerembab dalam lingkaran korupsi politik," tandasnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tagar Giring Trending di Twitter, Ini Penyebabnya

Kamis, 6 Januari 2022 | 22:28 WIB

Fokus di Kabinet, Airlangga Tak Akan Mundur

Sabtu, 1 Januari 2022 | 18:32 WIB

Hasto: PDIP Doakan Suksesnya Muktamar NU

Rabu, 22 Desember 2021 | 17:46 WIB

Hanura Jateng Targetkan Lolos Verifikasi Pemilu 2024

Rabu, 22 Desember 2021 | 17:32 WIB
X