Pemerintah Dorong Daerah Tangani Limbah Medis

- Jumat, 16 Agustus 2019 | 08:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah Pusat mendorong daerah-daerah yang memiliki rumah sakit besar untuk membuat unit pengolahan limbah medis sendiri. Tujuannya, limbah medis tidak perlu dikirim ke luar daerah yang jaraknya sangat jauh, memerlukan waktu dan biaya tinggi.

Direktur Kesehatan Lingkungan, dr Imran Agus Nurali SpKO mengungkapkan hal itu usai mengisi kuliah umum di Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Kesehatan dan Keparawatan UGM. Sebanyak 140 mahasiswa mengikuti kuliah perdana tersebut.

"Pengelolaan limbah medis memang menjadi masalah serius karena kapasitas pengelola belum mencukupi sehingga kami dorong rumah sakit besar dan daerah-daerah tertentu untuk memiliki unit pengolahan limbah medis," tandas Imran.

Jumlah rumah sakit di seluruh Indonesia mencapai lebih 2.800 yang menghasilkan limbah medis 294 ton setiap hari. Unit pengolah limbah yang ada hanya hanya berjumlah 10 dengan kapasitas 220 ton setiap hari sehingga ada sisa yang sebagian diolah rumah sakit yang telah memiliki izin pengolahan limbah medis.

Ia menjelaskan seluruh unit pengolah limbah milik swasta begitu pula armada pengangkutnya. Jumlah perusahaan pengangkut limbah medis ada 100 yang tersebar di seluruh Indonesia dan sebagian besar ada di Jawa. Ketimpangan armada pengangkut dan unit pengolah limbah harus diatasi dengan membuat unit pengolah mandiri.

Kementerian Kesehatan RI beberapa tahun terakhir ini sudah mendorong fasilitas layanan kesehatan untuk memilah limbah medis yang bisa diaur ulang dan tidak. Limbah yang dapat didaur ulang ditangani sendiri sedangkan yang tidak dapat dikirim ke pengolah limbah.

"Ada 87 rumah sakit yang memiliki unit pengolah limbah medis berizin. Kami berharap jumlahnya akan terus bertambah sedangkan daerah yang sedang mencoba mengajukan izin antara lain Yogyakarta, Surabaya dan Sumatera Barat," kata Imran.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X