Pemilihan Menteri Era Presiden Soeharto Tekankan Dua Kriteria Utama

- Kamis, 25 Juli 2019 | 19:20 WIB
 Pakar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit (suaramerdeka.com/dok)
Pakar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pakar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menilai jika banyak beban tuntutan partai politik dan non partai politik yang harus diakomodasi seperti era Joko Widodo saat ini, pemilihan sosok menteri yang tepat menjadi sangat krusial. Hal itu terlihat dari bursa pemilihan menteri makin menghangat.

Sejumlah kalangan mulai dari ekonom hingga pengamat dan pakar politik mulai menyuarakan pendapat terkait pemilihan menteri untuk kabinet selanjutnya.

"Kalau terlalu banyak kompromistis seperti sekarang yang dilakukan Jokowi, ya dia akan berisiko untuk tak sukses seperti yang diinginkan," ujar Pakar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, Kamis (25/7).

Arbi membandingkan pemilihan menteri pada masa kepemimpinan Presiden kedua RI Soeharto. Sejauh pengamatannya, Bapak Pembangunan itu tidak terlalu mensyaratkan banyak hal saat menunjuk calon pembantunya.

"Pertama, calon menteri adalah orang yang bisa dia percaya, orang yang setia pada dia. Jadi, dia milih orang yang paham melakukan tugas itu, kedua, profesional. Jadi kesetiaan dan kemampuan," tuturnya.

Ilmuwan politik senior itu telah mengobservasi atau mengamati Soeharto selama puluhan tahun kepemimpinannya. Sejak dulu, kata Arbi, kesetiaan dan kemampuan selalu menjadi tolok ukur wajib dimiliki kandidat menteri oleh Pak Harto.

Adapun syarat terakhir yakni mereka yang berasal dari Golkar. Menurut Arbi, untuk ketentuan yang terakhir itu, Soeharto betul-betul konsisten pada pengaderan partai pendukungnya. Arbi melihat, komitmen yang dipegang Soeharto berbuah manis. Terutama dalam menunjang kerja-kerja pemerintahan di era orde baru.

"Stabilitas politiknya terjamin, stabilitas pemerintahan terjamin, dan tujuan-tujuan pemerintah, program-program pemerintah terlaksana seefektif mungkin," ungkapnya.

Arbi juga menilai konsistensi Pak Harto itulah yang membuat orkestrasi kabinet berjalan sesuai keinginan, terutama dalam menggenjot pembangunan di Tanah Air. Artinya, akan berbeda ceritanya jika Soeharto sembarangan memilih menteri.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan

Tags

Terkini

Baru Sebulan Diresmikan, Jembatan di Karawang Ambles

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:41 WIB

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X