Meletakkan Bali sebagai Episentrum Reggae Dunia

- Rabu, 1 Agustus 2018 | 22:00 WIB
Bali Reggae Star Festival. (suaramerdeka.com/Benny Benke)
Bali Reggae Star Festival. (suaramerdeka.com/Benny Benke)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Niat Tony Q, penggerak dan motor musik reggae Indonesia dalam menggelar Bali Reggae Star Festival yang telah memasuki usia ke-4, tidak main-main. "Kami ingin meletakkan Indonesia, khususnya Bali sebagai pusat, atau episentrum musik reggae dunia," kata Tony Q, saat rilis Bali Reggae Star Festival di Jakarta, Rabu (1/8) petang.

Menurut Tony Q,  musik reggae tumbuh subur di tanah air, khususnya di Pulau Bali. Oleh karena itu, dia ingin membangun stigma di kawasan regional dan internaaional. "Belum syah disebut grup band reggae sebelum tampil di Bali Reggae Star Festival," katanya.

Gelaran musik reggae tahun 2018 ini makin istimewa dengan menampilkan 32 penampil, termasuk 2 performer dari luar negeri.

”Kami telah mengantongi konfirmasi kesediaan band reggae asal Amerika namanya Range dan dari Malaysia, Budak Nakal untuk tampil di acara ini," ujar Agung Ngurah, Ketua Panitia Reggae Star Festival.

Dia menambahkan, sebenarnya banyak Iagi band-band yang ingin tampil di event festival ini. "Tapi kami ingin memberi kesempatan yang lebih kepada band-band reggae Indonesia dan Bali khususnya," katanya, sembari menambahkan efek dari festival ini adalah banyak tumbuh band-band reggae di Bali.

Reggae Star Festival akan diselenggarakan pada tanggal 29 den 30 September 2018 di Pantai Mertasari, Kawasan Pantai Sanur. Lahan event seluas 15 hektare akan disulap jadi festival musik reggae terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Sambil menikmati musik reggae, penikmat musik juga bisa sekaligus menikmati indahnya Pantai Sanur.

Panitia, ditambahkan Agung Ngurah, juga menyiapkan paket camping ground untuk penonton yang ingin menginap di area festival selama dua hari. Plus paket tiket menonton selama dua hari.

Festival musik ini, menurut Tony Q, bukan saja menyajikan musik dari para performemya. Tapi juga menyelipkan pesan tentang pelestarian lingkungan yang jadi issu sentral dari festivaI.

"Edukasi kepada publik itu penting. Karena kita darurat sampah. Harapannya menjadi salah satu festival rege terbesar di dunia, dengan pesan moral yang tak kalah besarnya," kata Tony Q.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Michael Stipe Tegaskan Tidak Ada Reuni REM

Rabu, 22 September 2021 | 21:58 WIB

Jung Jaehyun NCT, Menawan dari Visual hingga Vokal

Rabu, 22 September 2021 | 18:50 WIB

Ketika Mick Jagger Berjumpa King of Pop

Rabu, 22 September 2021 | 08:15 WIB

Fugees Gelar Tour Reuni dan Peringati 25 Tahun The Score

Selasa, 21 September 2021 | 20:09 WIB

V BTS Berpose di UNGA, Langsung Jadi Trending di Twitter

Selasa, 21 September 2021 | 12:12 WIB

Josh Klinghoffer Jadi Gitaris Tamu Konser Pearl Jam

Selasa, 21 September 2021 | 09:03 WIB

Kolaborasi Kakak Beradik

Selasa, 21 September 2021 | 08:15 WIB
X