Slank (2), Reformasi yang Belum Menyeluruh

- Minggu, 10 Januari 2021 | 12:00 WIB
(istimewa)
(istimewa)

KETIKA di negara Indonesia terjadi reformasi pemerintahan, di dalam tubuh grup Slank pun juga. Ivanka yang sebelumnya menjadi pencabik bas additional player, posisinya naik pangkat menjadi personel tetap Slank. Akan tetapi reformasi yang terjadi di dalam tubuh Slank hanya sebatas reformasi personel. Bukan sampai reformasi perilaku.

Baca juga: Slank (1), CSC dan Kegemaran Bimbim Pada The Rolling Stones

Semenjak memakai jenis narkoba, Bimbim yang biasanya pendiam, rapi, tak suka teriak-teriak, tiba-tiba berubah. Demikian juga Kaka. Banyak pengalaman pahit, dari sejak mereka pakai sejak 1994 - 1999. Pada 1998, di Lubuk Linggau, kehabisan narkotika dan sakau karena tidak ada barang seperti itu di sana. Bimbim tidak bisa bangun, ketika wartawan meminta wawancara. Hanya Kaka yang terpaksa dengan susah payah menyambut para jurnalis.

Kini, Slank membantah anggapan bahwa dengan mengonsumsi narkoba seorang seniman bisa lebih kreatif, justru sebaliknya, tanpa menggunakan barang haram tersebut mereka terbukti bisa menghasilkan karya-karya bagus. "Saat membikin album pertama hingga ketiga, kami belum memakai narkoba, tapi album itu terbukti paling bagus. Jadi, tanpa narkoba kami bisa menghasilkan karya yang bagus. Setelah album ketiga, kami menjadi pengguna," ujar Kaka.

Mengutip dari media cetak hiburan musik di tahun 1998, Kaka mengaku, saat menjadi pengguna narkoba dan hendak mencipta lagu, yang terjadi justru lirik lagu itu menjadi kacau balau.

Sementara itu management Slank langsung mencari orang untuk untuk menyelesaikan sisa kontrak pertunjukan di beberapa kota. Ivanka merekomendasikan Abdee Negara yang sebelumnya sudah bersahabat ketika satu band di Flash. Sedangkan manager, Wiwid, mengontak Mohammad Ridwan Hafiedz alias Ridho yang baru saja menyelesaikan sekolah gitarnya. Ridho sebelumnya pernah menjadi personel grup Last Few Minutes di tahun 1995.

Dengan masuknya Abdee dan Ridho, Slank melanjutkan perjalanan bermusiknya. Hasilnya album Tujuh yang dirilis Januari 1997 dengan tembang handal "Balikin" mampu menakar sukses. Pengaruh The Rolling Stones sangat kental pada album ini termasuk lagu "Balikin". Lagu ini menandakan Bimbim dan Kaka ingin rehat dan sehat dari ketergantungan. Ditambah dengan Abdee dan Ridho yang bersih narkoba menguatkan niat mereka. Mereka menyatakan berhenti bukan karena takut diikuti massa yang memang sudah banyak, namun karena imbas negatif terhadap penggemar mereka akibat narkoba. Album terjual satu juta copy dalam hitungan minggu. Bimbim menyumbang suaranya dalam "Bimbim Jangan Menangis" yang mengingatkan pada musik lagu "Fool to Cry" nya The Rolling Stones dari album Black & Blue (1975). Lirik lagu tersebut merupakan curhatan yang tercipta sejak tahun 1993. Ridho bermain kibor di lagu ini. Pada tahun ini pulalah Bunda Iffet selaku Ibunda dari Bimbim mengambil alih jabatan tata kelola Slank.

Lirik-lirik Kritik Sosial

Album Mata Hati Reformasi kemudian dirilis yang banyak bercerita tentang masalah sosial dan pemerintahan pada zaman reformasi. Lagu "Ketinggalan Zaman" jadi andalan. Slank, mengaransemen ulang lagu tradisional yang diberi judul Punk Java yang berisikan medley lagu-lagu dolanan Jawa. Di album ini juga terdapat tembang "Siapa Yang Salah" yang seharusnya dirilis pada album Tujuh namun terkena sensor. Paska rezim Soeharto runtuh, lagu tersebut dimasukan dalam album ini. Kaka dan Bimbim memainkan semua lini hingga jadi karya. Bimbim juga mengambil dua porsi lagu yang dia nyanyikan, "Aktor Intelektual" dan "Nggak Mau Percaya". Di album ini Slank memberi bonus sebuah kalung tiap satu buah kaset original. Ada peringatan di belakang kaset untuk didampingi kepada pendengar dibawah umur. Banyak lagu yang direkam secara live di album ini. Tradisi Slank memberi bonus bagi pembeli kaset atau compact disc album terbarunya, dimulai dari sini. Ini menjadi bukti kreativitas Slank yang belum terkalahkan.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Ini Lirik Lagu Berita Kepada Kawan Karya Ebiet G Ade

Selasa, 7 Desember 2021 | 08:54 WIB

BTS Ambil Istirahat Panjang Sebelum Konser Maret 2022

Senin, 6 Desember 2021 | 11:46 WIB
X