Slank (1), CSC dan Kegemaran Bimbim Pada The Rolling Stones

- Minggu, 3 Januari 2021 | 12:00 WIB
(istimewa)
(istimewa)

CIKAL bakal lahirnya Slank adalah sebuah grup bernama Cikini Stones Complex (CSC) yang dibentuk oleh Bimo Setiawan Almachzumi atau Bimo Setiawan Sidharta (dikenal dengan Bimbim) pada dekade 80-an. Band ini hanya memainkan lagu-lagu Rolling Stones dan tak mau memainkan lagu dari band lain, alhasil mereka akhirnya jenuh dan menjelang akhir tahun 1983 grup ini dibubarkan.

Kemudian Bimbim meneruskan semangat bermusik mereka dengan kedua saudaranya Denny dan Erwan membentuk Red Evil yang kemudian berganti nama jadi Slank, sebuah nama yang diambil begitu saja dari cemoohan orang yang sering menyebut mereka cowok selengean, atau lelaki urakan, dengan personel tambahan Bongky (gitar) dan Kiki (gitar). Kediaman Bimbim di Potlot 14 jadi markas besar mereka dan menjadi situs wajib yang harus dikunjungi para Slanker.

Mereka sempat tampil di beberapa pentas dengan membawakan lagu-lagu sendiri sebelum Erwan memutuskan mundur karena merasa tidak punya harapan di Slank. Grup Slank pada awalnya kerap pentas di berbagai panggung musik rock. Bahkan kata musisi sekaligus vokalis The Kadri Jimmo, Kadri Mohammad, Slank juga pernah pentas di es krim party di tahun 1986 yang diselenggarakan oleh Endrass.

"Saya ingat, waktu itu Bimbim datang mendaftar ke markas Endrass di Cilosari dengan mengendarai mobil hardtop," kata Kadri yang juga mantan vokalis grup rock tahun 80-an, Makara.

Formasi Slank juga pernah diperkuat Wel Willy, Imanez sebagai vokalis di tahun 1980-an. Akhirnya, dengan perjuangan panjang terbentuklah formasi ke tigabelas dengan Bimbim, Kaka, Bongky, Pay dan Indra, Formasi Slank ini baru bisa dikatakan solid. Formasi ini bisa dikatakan unik, lantaran diperkuat pemain kibor, Indra Qadarsih (putra artis penyanyi/film Titiek Qadarsih). Sebab pada masa itu, jarang sekali ada grup rock yang diperkuat pemain kibor.

Mengutip dari sumber di media cetak musik terkenal, konon Indra direkut saat dia tengah latihan band di studio Potlot. Bagi Kaka dan Bimbim yang menyimak musik yang dimainkan Indra terasa aneh tetapi menarik. Rupanya Indra tengah berlatih memainkan musik jazz. Walau begitu Kaka dan Bimbim kadang sampai berjoget mendengarkan musik yang dimainkan Indra.

Mereka mulai membuat demo untuk ditawarkan ke perusahaan rekaman. Setelah berulang kali ditolak, akhirnya tahun 1990 demonya diterima dan mulai rekaman debut album Suit... Suit... He... He... (Gadis Sexy). Album yang menampilkan tembang Memang dan Maafkan itu meledak di pasaran sehingga mereka pun diganjar BASF Award untuk kategori pendatang baru terbaik. Album tersebut juga seakan menampar industri musik Indonesia yang kala waktu itu masih gencarnya lagu melayu seperti tembang Issabella milik Search. Musik padu-padan rock and roll blues a la SLank akhirnya dekat dengan anak muda di Indonesia. Gaya mereka yang khas, cuek, slengean, tapi bersahabat berhasil menarik massa yang saat itu masih sebatas minoritas.

-
Slank formasi lawas di tahun 1980-an. Masih ada Wel Wily yang selanjutnya jadi vokalis No Limit. (foto:www.slank.com)

Mengadopsi Glam Hard Rock

Slank yang awalnya identik dengan grup The Rolling Stones, pada awal masuk dapur rekaman justru mengadopsi musik-musik hard rock glam yang digelorakan Guns N Roses, atau Bon Jovi. Bisa jadi ini merupakan strategi pasar, lantaran kedua grup rock asal Amerika tadi saat itu tengah disukai banyak penggemar musik rock.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Boy Group PENTAGON Geser BTS-21 dan BlackPink?

Senin, 24 Januari 2022 | 19:09 WIB
X