The Rolling Stones (2), Mendapat Lagu dari The Beatles

- Minggu, 13 Desember 2020 | 12:00 WIB
(istimewa)
(istimewa)

THE Rolling Stones langsung mengisi halaman muka surat kabar. Mereka sempat tampil sepanggung dengan The Holies pada tanggal 13 Juli 1963 di Outlook Club kawasan Middlesbrough. Bahkan sempat tour keliling Inggris bersama The Everly Brothers dan Little Richard dalam tour musim semi di tahun 1963. Tak lama kemudian menyusul singel kedua mereka berjudul “I Wanna Be Your Man”. Singel ini merupakan pemberian The Beatles, sebagai karya Lennon/ Mc Cartney. Sebelumnya, The Beatles
merekam lagu “I Wanna Be Your Man” dalam album With The Beatles (1963) lewat vokal Ringo Star. The Beatles merekam lagu ini dalam birama 2/4 mid tempo. Sedangkan The Rolling Stones merekam lagu ini dalam irama rock up tempo. Singel kedua ini mampu menduduki posisi ke-12 di Inggris.

Baca juga: The Rolling Stones (1), Persahabatan Jagger-Richard dan Jones

Singel ketiga mereka, dirilis pada bulan Februari 1964. Singel “Not Fade Away” milik Buddy Holly yang berirama funk bit mid tempo dan dihiasi permainan harmonika dari Brian Jones. Belakangan lagu ini, gaya musiknya diikuti oleh band asal Bandung, The Changcutters dalam lagu “Pria Idaman Wanita”. Singel ini mampu menduduki posisi ke-3 di Inggris. Akhirnya, album mereka pertama berjudul : The Rolling Stones dirilis pada tahun 1964. Sementara di Amerika, album ini berjudul England’s Newest Hit Makers. Album ini mayoritas berisi lagu-lagu cover version, kecuali satu lagu karya Jagger dan Keith Richards berjudul “Tell Me (You’re Coming Back)”.

Sebuah pengalaman pahit, dialami mereka saat menggelar tour pertama di Amerika di bulan Juni 1964. Jadi bukan Cuma The Beatles yang pernah dipermalukan di Amerika. Tetapi juga The Rolling Stones. Menurut Bill Wyman, mereka tersinggung dengan ulah banyolan Dean Martin dalam sebuah show di TV. Terutama ketika Martin mengejek potongan rambut mereka dan kinerja mereka. Tetapi dibalik kekesalan itu, mereka bisa bertemu dengan Muddy Waters dan di Chess Studio merekam singel “Its All Over Now”.

Mereka terus melakukan tour. Kali ini ke Scheveningen – Nederlands pada tanggal 8 Agustus 1964. Konser selama 15 menit itu memicu kerusuhan, terutama dari para penonton yang ternyata Stones Mania. Polisi yang berjaga-jaga, tidak mampu membendung penonton yang ingin dari dekat menyaksikan konser The Rolling Stones. Selama tour itu, mereka merekam materi baru. Album kedua mereka berjudul 12x 5 dirilis hanya di Amerika Serikat di bulan Oktober 1964.

-
Sampul debut album The Rolling Stones (istimewa)

Mereka juga merilis singel "Time is On My Side" sebenarnya, bukan lagu karya orisinil The Rolling Stones. Lagu ini ditulis oleh Jerry Ragovoy dan liriknya ditulis oleh Jimmy Norman. Kali pertama direkam oleh pemain trombone musik jazz Kai Winding bersama orchestranya di tahun 1963. Kemudian penyanyi soul Irma Thomas membawakan lagu ini di tahun 1963. The Rolling Stones merekam lagu ini dalam sebuah singel yang berdampingan dengan "Congratulations" karya Mick Jagger / Keith Richard, tanggal 24 Juni 1964 dan dirilis pada bulan September 1964.

Menyusul kemudian singel yang merupakan lagu cover version dari Willie Dixon berjudul “Little Red Rooster” bersanding dengan “Off The Hook karya Nanker Phelge pada bulan November 1964. Singel ini menduduki posisi pertama di Inggris. Sementara di Amerika, singel ini menjadi satu dengan “Heart of Stone” yang berbirama ¾ serta singel “What A Shame” pada bulan Desember 1964. Singel ini di Amerika, menduduki posisi ke-19. Memasuki bulan Januari 1965, mereka merilis album The Rolling Stones No. 2.

Album ini menduduki posisi pertama di Inggris. Sedangkan di Amerika, album ini dirilis bulan Februari 1965 dengan judul The Rolling Stones Now! Album ini di Amerika, menduduki posisi ke-5. Pada bulan Januari – Februari 1965, mereka harus tampil dalam 34 show di hadapan 10 ribu orang di Australia dan Selandia Baru.

Jagger dan Keith sendiri terus merilis karya mereka. Satu lagu berbirama 2/4 mid tempo “The Last Time” dirilis di Inggris dan menduduki posisi puncak pada bulan Februari 1965. Bahkan kerjasama Jagger dan Keith terus berlanjut, hingga mereka dijuluki sebagai motor grup. Suatu ketika, saat mereka menggelar tour musim panas di bulan Mei 1965 di Amerika. Keith tampak kelelahan di kamar hotelnya. Dia menyalakan tape kecil sembari memencet tombol play dan record. Keith lalu memainkan gitar barang sebentar lalu tertidur. Keesokan harinya, dia terbangun dan melihat kaset untuk yang merekam suaranya di tape telah berada di ujung. Keith lalu merewind kaset itu dari awal. Saat menyimak rekamannnya, tiba-tiba dia menemukan gumamannya : I can’t get no/ satisfaction…. Sisanya, adalah suara dengkurnya. Keith pun menunjukkan rekaman itu ke Jagger. Saat itu pula Jagger langsung menulis liriknya di tepi kolam renang hotel tempat mereka menginap. Menurut Jagger, lirik lagu itu merupakan ungkapan dia tentang Amerika dan remajanya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Boy Group PENTAGON Geser BTS-21 dan BlackPink?

Senin, 24 Januari 2022 | 19:09 WIB
X