Resensi Musik - Kemampuan Pearl Jam Menata Urutan Lagu

- Selasa, 27 Oktober 2020 | 12:00 WIB
Resensi Musik - Kemampuan Pearl Jam Menata Urutan Lagu (istimewa)
Resensi Musik - Kemampuan Pearl Jam Menata Urutan Lagu (istimewa)

Judul Album: Gigaton
Artis: Pearl Jam
Produksi: Monkeywrench-Republic/2020

ALBUM Gigaton adalah album grup Pearl Jam yang digarap selama tiga tahun dari tahun 2017-2020. Album ke-11 kontingen grunge asal Amerika Serikat ini baru dirilis Maret 2020, ketika awal masa pandemi covid-19.

Namun sebelumnya telah dirilis singel "Dance of the Clairvoyants", "Superblood Wolfmoon", dan "Quick Escape".

Salah satu keunggulan dari album Gigaton ini adalah kemampuan dalam menata urutan lagu yang ditampilkan. Seolah masing-masing lagu seperti nyambung satu sama lain, terutama struktur musiknya. Hal yang jarang dilakukan grup musik atau penyanyi manapun.

Berikut review album Gigaton dari Pearl Jam:
                  
Who Ever Said: dibuka dengan efek sound gitar yang kemudian disusul dengan hentakan musik berbirama 4/4 up tempo lengkap dengan patern gitar yang rapat Stone Gossard. Menyusul hentakan drum dari Matt Cameron dan dalam waktu singkat vokal Vedder masuk bagian verse menyusul bagian reffrain yang masih beriring musik berbirama 4/4 up tempo dan kaya akan sound rif-rif gitar dari Gossard. Bagian jeda diisi dengan sound drive-drive gitar dari Gossard yang terdengar monoton.

Superblood Wolfmoon: hentakan drum dari Cameron dalam birama 4/4 up tempo membuka lagu ini. Menyusul kocokan rif-rif gitar dari Gossard dan di belakangnya menyusul pula vokal Vedder di bagian verse. Bagian jeda lagu ini diisi dengan drive-drive gitar yang lebih gahar dari Gossard, dibanding nomor sebelumnya, "Who Ever Said".

Dance of the Clairvoyants: Cameron membuka lagu ini dengan hentakan musik funk bit up tempo, menyusul dentaman bas dari Jeff Ament. Vokal Vedder baru masuk bagian verse dan masih beriring dengan hentakan musik funk bit up tempo dari Cameron, serta dentaman bas dari Ament. Sound gitar dari Gossard menyusul berselingan dengan vokal Vedder saat akan masuk bagian reffrain lagu. Bagian jeda lagu ini diisi dengan rif-rif dan drive-drive gitar dari Gossard.

Quick Escape: dibuka dengan sound efek yang menyusul hentakan drum dari Cameron yang beriring dengan rif-rif gitar Gossard. Menyusul vokal Vedder yang masuk bagian verse beriring musik berbirama 4/4 mid tempo. Bagian reffrain lagu ini semakin riuh oleh rif-rif gitar Gossard dan hentakan drum Cameron. Bagian jeda lagu ini diisi dengan permainan sound feed back dari Gossard. Lagu ini ditutup dengan fil in drum Cameron dan permainan sound efek gitar dari Gossard.

Alright: lagu ini dibuka dengan permainan kibor dari Ament dan menyusul sound feed back dari gitar Gossard. Menyusul vokal Vedder yang berlatar sound kibor dari Ament. Saat akan masuk bagian reffrain, Cameron mulai memainkan bit-bit variatif.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

BTS Ambil Istirahat Panjang Sebelum Konser Maret 2022

Senin, 6 Desember 2021 | 11:46 WIB

Ini Lirik Lagu Badai Bulan Desember dari AKA

Kamis, 2 Desember 2021 | 23:44 WIB

Badai Bulan Desember, Ketika AKA Dilanda Badai Pop

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:14 WIB
X