Soegi Bornean Pilih Jalur Indie, Tak Takut Kehilangan Pendengar

- Jumat, 10 Juli 2020 | 05:38 WIB
Foto: suaramerdeka.com / Imam Supriono
Foto: suaramerdeka.com / Imam Supriono

SEMARANG, suaramerdeka.com - Memilih terjun di jalur independent bukan berarti tidak memiliki pendengar. Itulah yang disikapi oleh Soegi Bornean.  Unit Indie Folk asal Semarang yang dikendarai oleh Fanny (Vocal), Aditya Ilyas (Guitar), dan Damar (Guitar) mengaku tak takut tidak diterima pasar.

Melalui Instagram Live yang dibikin atas inisiasi Suara Merdeka dan 105.2 SS FM Semarang, Ilyas dan Fanny mengaku banyak sekali menerima dukungan dari teman-teman. Dipandu oleh Pemimpin Redaksi suaramerdeka.com, Agus Toto, dan Penyiar Radio SS FM Semarang, Eddy Jonathan, sebagai moderator, obrolan pun berlangsung sangat intim dan mendalam.

"Kekhawatiran pendengarnya berkurang pasti ada. Tapi kita selalu positif. Berfikir positif. Kalau ada opitimisme di awal pasti tidak mengkhianati hasil," kata Ilyas saat ditanya oleh Pemimpin Redaksi suaramerdeka.com, Agus Toto sebagai moderatornya.

Sementara Fanny, pihaknya juga menyampaikan, bahwa yang menjadi penguat Soegi Bornean dalam berkarya selama ini adalah support dari teman-teman itu sendiri. Baik dari kalangan musisi, atau teman-teman lainnya. "Banyak juga teman-teman yang mendukung Soegi Bornean untuk berkarya secara independent," imbuhnya.

Mereka yakin bahwa pasar bisa diciptakan. Dengan strategi yang telah disusun matang tapi tetap tidak meninggalkan idealisme serta jujur dalam berkarya akan membuat lagu-lagu Soegi Bornean mudah sampai di telinga penikmat musik tanah air.

Soegi Bornean sendiri selama ini identik dengan akar Indie Folk yang lekat dengan sentuhan etnik. Ditambah lagi dengan gaya yang nusantara membuat Soegi Bornean dekat sekali dengan isu-isu sosial yang tidak jauh dari manusia. "Mengenakan pakaian dengan sentuhan etnik, menjadi ciri khas kami. Dengan Fanny yang manggung tanpa alas kaki juga merepreentasikan bahwa kita ingin menyatu dengan alam," kata Ilys.

Bahkan trio yang dibentuk sejak April 2019 ini juga mengaku turut sedikit memasukan unsur kampanye tempat wisata pada video clip mereka yang pengambilannya di ambil di Rawa Pening, Ambarawa, Jawa Tengah. "Kami memilih Ambarawa sebagai sett lokasi syuting untuk video clip Pijaraya karena kami berfikir bahwa Ambarawa adalah salah satu tempat yang istimewa. Di mana lagi ada rawa danau, tapi ada kereta. Saya rasa hanya Rawa Pening," kata Ilyas saat Live Instagram bersama Suara Merdeka sore tadi. 

Editor: Andika

Tags

Terkini

NOAH Remake 'Menghapus Jejakmu', Simak Lirik Lagunya

Kamis, 20 Januari 2022 | 22:51 WIB

Danar - Yang Terdalam (NOAH) Buat Ariel Tersenyum

Rabu, 19 Januari 2022 | 18:20 WIB
X