The Beatles (1), Sempat Disangka Band Iseng

- Minggu, 3 Mei 2020 | 12:00 WIB
The Beatles searah jarum jam dari kiri: Paul Mc Cartney, Ringo Star, John Lennon, dan George Harrison. (istimewa)
The Beatles searah jarum jam dari kiri: Paul Mc Cartney, Ringo Star, John Lennon, dan George Harrison. (istimewa)

ENTAH sudah kali ke berapa kita mendengar nama The Beatles. Grup band yang sudah hampir setengah abad almarhum ini, masih terasa gaungnya hingga kini. Lagu-lagunya masih terus berkumandang di stasiun radio atau bahkan dicoverversionkan penyanyi/musisi lain. Entah apa jadinya jika di dunia ini tidak ada nama The Beatles. Atau bisa dikualifikasikan, apa jadinya jika di dunia tidak lahir sosok musisi jenius, John Lennon, si pendiri The Beatles.

Baca juga: The Beatles (2), Singel Love Me Do Membuka Jalan Sukses

Bisa jadi musik dunia akan terdengar monoton atau sama sekali mengalami stagnasi. Karena justru The Beatles yang menjadi band revolusioner di masanya. Mereka telah mengadopsi berbagai elemen musik yang ada di belahan bumi ini. Nggak sebatas rock n roll yang rame teriakan bin urakan, tetapi juga country, pop, jazz, soul, RNB, classic, sampai pengaruh budaya timur, India.

Bicara soal The Beatles perlu membuka lembaran dari awal band ini berdiri. Pada bulan Maret 1957, John Lennon yang saat itu masih berusia 16 tahun tengah terjangkit budaya skiffle. Skiffle adalah budaya remaja pada masa itu yang mengenakan jaket kulit hitam dan mengendarai sepeda motor di jalanan. Musik rock n roll menjadi santapan wajib bagi mereka. Saat itu John tengah bersekolah di Quarry Bank High School di Liverpool. Dia lalu mengibarkan grup band The Quarrymen bersama Norman Chapman (drum), Chas Newby (bas/gitar), Pete Shotton (gitar). John sendiri bertindak sebagai lead vokal dan gitar.

Mereka kerap tampil di pentas seni sekolah atau gereja. Saat itu, Paul Mc Cartney yang masih berusia 14 tahun di tahun 1957, datang menyaksikan John Lennon dan kawan-kawan tampil. Kedatangan Paul lantaran diajak rekan-rekannya di tempat tersebut akan dengan mudah ditemui cewek-cewek cantik. Selain itu Paul juga tampil sendirian memamerkan kehandalan bermain gitar dengan tangan kidalnya. Penampilan Paul mampu memukau pengunjung, termasuk John.

Paul kemudian disarankan bergabung dengan The Quarrymen. Namun awalnya Paul kurang sreg dengan The Quarrymen yang dianggapnya sebagai band iseng. Pada akhirnya Paul kepincut juga bergabung di The Quarrymen. Sementara Chas Newby merasa tidak nyaman dengan kehadiran Paul. Menyusul kemudian Pete Shotton juga hengkang dari grup. Dia memilih hengkang dan posisinya digantikan Paul. Sementara Paul mengajak serta George Harrison dan memperkenalkan kepada John sebagai gitaris yang lebih paham soal kunci gitar. John tak ketinggalan mengajak rekan sekolah seninya, Stuart Sutcliffe sebagai pencabik bas. Sehingga pada formasi ini, Paul untuk sementara memainkan gitar.

-
The Beatles waktu masih menyandang nama The Quarymen. (istimewa)

Perubahan Nama

Nama The Quarrymen kemudian berubah menjadi Johny & The Moondogs yang menandai formasi ini dengan tiga gitaris: John, Paul, dan George. Ini terjadi pada bulan Januari 1959. Namun pada tahun 1960 berubah menjadi Beatals, sebagai bentuk penghormatan terhadap Buddy Holly and The Crickets. Pada masa ini, posisi Norman Chapman digantikan  Tommy Moore. Baru pada bulan Mei 1960, namanya berubah lagi menjadi The Silver Beatles. Tak lama kemudian nama Silver dihilangkan menjadi The Beatles pada Agustus 1960.

Pada awalnya The Beatles tampil di klub-klub seperti Mona Casbah Club, bahkan sampai ke Hamburg. Sebelum tampil di tempat-tempat hiburan tersebut, formasi lagi-lagi berubah. Posisi Tommy Moore telah digantikan Pete Best. Pete Best ini yang kemudian memilih tak berpenampilan rambut poni ala The Beatles yang dijuluki The Beatles Cut. Saat The Beatles tampil di Cavern Cafe, mereka telah nyambi rekaman bareng Tony Serridan dalam album My Bonie Lies Over The Ocean.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Ini Lirik Lagu Badai Bulan Desember dari AKA

Kamis, 2 Desember 2021 | 23:44 WIB

Badai Bulan Desember, Ketika AKA Dilanda Badai Pop

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:14 WIB

Kai EXO dalam Debut Singel di Tengah Pandemi

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:55 WIB
X