Glenn yang Bukan Sekadar Penyanyi

Red
- Sabtu, 11 April 2020 | 12:00 WIB
Glenn Fredly saat tampil di Hugos Cafe Semarang tahun 2009. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)
Glenn Fredly saat tampil di Hugos Cafe Semarang tahun 2009. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

Bertahan dalam Konsep

Berdasarkan catatan saya terhadap gaya musik yang dianut Glenn dari sejak dia merilis debut albumnya di tahun 1998 dengan judul Glenn hingga Romansa ke Masa Depan (2019) terasa sekali konsep yang dipertahankan oleh pelantun "Januari" ini. Yaitu keukeuh di jalur pop, RNB, dan jazz.

Akan tetapi Glenn sadar, bahwa penikmat musik jazz di Indonesia tidak begitu banyak. Maka dia mengemasnya dalam formula jazzy. Begitu pula dengan gaya musik RNB pun tak sekental musik RNB nya Marvin Gaye, sang vokalis idolanya. Agar mampu menakar pasar, Glenn sadar dia tetap bercokol menomor depankan unsur pop. Sehingga lagu-lagu dan musik Glenn tidak terlalu rumit untuk dinikmati.

Sedangkan di panggung, saatnya Glenn menuangkan lebih banyak idealismenya melalui improvisasi yang mampu menyulut adrenalin penonton untuk turut bernyanyi dan berkomunikasi.

Sayang sekali pesta aksi panggungnya dan juga kekayaan kreativitasnya di solo albumnya harus disudahi akibat penyakit radang selaput otak yang dideritanya. Kita hanya mampu mengenang alunan lagunya, yang manis, semanis lirik cintanya.

 

Nugroho Wahyu Utomo, jurnalis dan editor suaramerdeka.com, pemerhati musik di kota Semarang

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Etty Ismini Rilis Single "Semenit Saja"

Selasa, 31 Januari 2023 | 22:55 WIB
X