Glenn yang Bukan Sekadar Penyanyi

Red
- Sabtu, 11 April 2020 | 12:00 WIB
Glenn Fredly saat tampil di Hugos Cafe Semarang tahun 2009. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)
Glenn Fredly saat tampil di Hugos Cafe Semarang tahun 2009. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

RABU (8/4-2020), penyanyi pop Glenn Fredly telah berpulang. Dunia musik Indonesia kehilangan sosok penyanyi yang bukan sekadar jago menyanyi. Namun Glenn juga dikenal sebagai sosok yang humanis, peduli terhadap budaya Indonesia, juga orator ulung.

Orator ulung? Kalau anda yang kerap mendatangi konser-konser Glenn sudah pasti ada sisipan orasi dari penyanyi berdarah Ambon ini tentang realita negeri ini. Saya yang bertugas meliput sejumlah konser Glenn di kota Semarang dari tahun 2006 hingga 2014, kerap menemukan kehandalan Glenn yang lain dan jarang ditemui penyanyi atau musisi lainnya.

Jika musisi atau penyanyi lain tampil di atas panggung, cukup dengan berbasa-basi dengan penonton, mengenalkan lagu atau bahkan pelit berbagi info soal lagu. Sebab yang penting penyanyi atau musisi jika sudah tampil di panggung ya sudah tampil begitu saja. Akan tetapi berbeda dengan Glenn yang gemar berorasi di atas panggung, walau bukan orasi semacam kampanye politik. Akan tetapi orasi yang dia sampaikan adalah realita hidup.

Selain hobi berorasi, Glenn juga mampu meredam keributan penonton di konsernya. Pernah suatu ketika di tahun 2006, Glenn bersama band pengiringnya tampil di Astro Cafe Semarang. Di antara penonton yang berjubel memadati konsernya, rupanya ada penonton yang bikin ulah dengan berteriak-teriak. Usut punya usut, si penonton tengah mabuk, sehingga dia merancau seenaknya saat Glenn ngomong di atas panggung.

Terlihat raut wajah kekecewaan pelantun "Terpesona" itu pada seorang penonton yang merancau sekenanya. Dengan sabar Glenn menenangkan sekaligus menyadarkan penonton ngaco itu. Tak lama kemudian penonton mabuk itu terdiam mendengar omongan Glenn yang seakan telah menyadarkannya.

-
Glenn Fredly saat tampil di Mantra Cafe tahun 2009. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

Improvisasi Panggung

Tak banyak pula penyanyi yang mampu berimprovisasi di panggung untuk lagu-lagu lintas genre. Justru yang mampu menyaingi kemampuan Glenn berimprovisasi Glenn di atas panggung untuk lagu-lagu lintas genre adalah Tompi. Bedanya, Tompi mengemasnya dengan gaya humor. Sedangkan Glenn mengemas dalam gaya serius dan hebatnya lagi lagu tersebut justru mampu menanamkan imejnya, walaupun lagu tersebut adalah lagu milik penyanyi lain.

Sebagai contoh ketika Glenn tampil di acara Dua Warna di RCTI tahun 1995, saat itu dia masih sebagai new comer di blantika musik Indonesia lantaran menjadi vokalis grup Funk Section. Glenn dengan lincah dalam gayanya sendiri mampu membawakan "Zamrud Khatulistiwa" yang sebelumnya dipopulerkan Keenan Nasution. Inilah magnet Glenn yang jarang dijumpai penyanyi atau musisi lainnya.

Begitu pula saat dia membawakan lagu-lagunya sendiri. Meskipun lagu tersebut kemudian didaur ulang penyanyi manapun, toh orang akan tetap menyebut sebagai lagunya Glenn. Artinya belum ada penyanyi atau musisi manapun jika mendaur ulang karya Glenn mampu mengubah atau menghilang imej Glenn di dalam lagunya itu.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Singel dari Kumpulan Demo Rekaman Karya Pongki Barata

Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:49 WIB

Benyamin S (4), Awal Masa Kejayaan di Tahun 1970an

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Nikki Sixx Ungkap Sisi Kehidupannya dalam Bukunya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 09:51 WIB

Bicara Soal Soneta, Rhoma Irama Bocorkan Surat Wasiat

Kamis, 21 Oktober 2021 | 03:53 WIB

Teriakan Alto Adele di Usia 19

Rabu, 20 Oktober 2021 | 21:07 WIB
X