Kebebasan Seorang Chrisye

- Rabu, 25 Maret 2020 | 12:00 WIB
Chrisye - Sabda Alam (istimewa)
Chrisye - Sabda Alam (istimewa)

Judul Album: Sabda Alam
Artis      : Chrisye
Produksi   : Musica/1978

SABDA Alam adalah debut solo album Chrisye yang memang benar-benar bebas dari genggaman grup, macam Guruh Gipsy, selain itu juga bukan proyek musik dari musisi lain seperti Jurang Pemisah atau Badai Pasti Berlalu. Walau pun, musisi pendukungnya masih merupakan para personel yang pernah mendukung di antara grup atau proyek musik tadi. Sebut saja Keenan yang membantu proyek musik Badai Pasti Berlalu dan personel Guruh Gipsy. Ronie Harahap yang juga personel Guruh Gipsy. Atau Yockie Suryoprayogo yang kemudian menjadi partner musik tetap Chrisye dari tahun 1977 hingga 1984.

Pada saat menjelang penggarapan album Sabda Alam, Chrisye tengah asyik menyimak album terbaru Genesis, ...and then There Were Three (1978). Tiba-tiba dia didatangi Amin Wijaya, seorang produser dari Musica. Amin tertarik dengan tipikal vokal Chrisye sejak album Guruh Gipsy, Jurang Pemisah, dan Badai Pasti Berlalu. Saat ditawari kontrak rekaman dengan Musica, Chrisye pasang kuda-kuda, yaitu dengan mengajukan syarat: musisi, dan lagu cari sendiri, serta dibebaskan menentukan warna musik. Amin pun setuju. Hal itu dilakukan Chrisye lantaran untuk menghindari tekanan dari produser.

Maka pada pertengahan 1978 itu pula Chrisye mengajak Yockie (kibor), Roni Harahap (piano syntheziser), Keenan Nasution (drum) serta grup vokal cewek Trio Bebek untuk menggarap album yang kemudian diberi judul Sabda Alam. Sejumlah lagu juga diseleksi oleh Chrisye. Lagu karyanya bersama Junaedi Salat yang kemudian jadi andalan: Sabda Alam.

Selain itu juga ada tiga lagu karya Guruh yang dia nyanyikan: Smaradhana, Kala Sang Surya Tlah Tenggelam, dan Anak Jalanan. Penggarapan album ini (juga album-album Chrisye berikutnya) menguras tenaga bagi seorang Chrisye. Asap rokok dan kopi bergelas-gelas menjadi teman setia Chrisye di studio rekaman yang terkunci rapat. Lantaran Chrisye ingin penggarapan album ini lebih perfect. Masalah vokal dan teknik rekaman dengan sistem overdub pun digarapnya secara cermat. Tak heran dengan kerja yang sangat perfect dan menguras tenaga dan pikiran ini, Chrisye selalu sakit usai rekaman rampung. Dan ini selalu terjadi usai penggarapan album-albumnya.

Namun buah dari jerih payah ini yang kemudian mengantarkannya meraih sukses. Album Sabda Alam konon meraih golden record di tahun 1980. Serta berlanjut tour promo ke sejumlah kota yang melibatkan Badai band (ide dari Sys NS) beranggotakan: Chrisye (vocal/bas), Oding Nasution (gitar), Keenan dan Fariz RM (drum), Roni Harahap dan Yockie Suryoprayogo (kibor), dan Trio Bebek (vokal latar). Berikut review album Sabda Alam:

Juwita: sound kibor Yockie membuka lagu ini sepanjang 10 bar beriring hentakan musik hustle mid tempo. Sementara mulai bar ke-6 menyusul senandung chorus dari Trio Bebek. Vokal Chrisye mulai masuk bagian verse di bar ke-11 dan masih beriring hentakan musik hustle mid tempo juga denting piano syntheziser Ronie Harahap. Bagian reffrain lagu ini menampilkan vokal Chrisye yang berlatar sound kibor Yockie. Bagian jeda lagu ini kembali menampilkan sound kibor Yockie yang berunision dengan chorus dari Trio Bebek. Kembali ke bagian verse seperti sebelumnya. Namun bagian reffrain lagu ini dibawakan dua kali. Kemudian ditutup dengan chorus dari Trio Bebek yang berulang-ulang hingga suaranya sayup-sayup menghilang.

Sabda Alam: sound kibor Yockie membuka lagu ini dengan memainkan nada-nada bagian bridge lagu ini, berlatar denting piano Ronie Harahap, serta berselingan dengan sound snare drum yang dimainkan Keenan Nasution. Selanjutnya menyusul denting piano syntheziser Ronie Harahap sebelum vokal Chrisye masuk ke bagian verse. Vokal Chrisye masuk ke bagian verse berlatar sound kibor Yockie dan denting piano Ronie Harahap. Saat masuk ke bagian reffrain, vokal Chrisye beriring hentakan musik contra bit. Tetapi saat masuk ke bagian bridge, seperti bagian verse, hanya beriring sound kibor dan denting piano. Lagu ini ditutup dengan denting piano Ronie sepanjag empat bar. Lagu ini pola musiknya seperti terinfluence musik lagu "Undertow" nya Genesis di album And Then There Were Three (1978).

Smaradhana: Ronie Harahap membuka dengan denting piano syntheziser sepanjang empat bar dengan nada-nada etnik Bali, mencoba mengingatkan intro lagu "Black Magic Woman" nya Carlos Santana di album Abraxsas (1970). Sementara denting piano akustik Yockie berunision dengan dentaman bas Chrisye, sampai akhirnya masuk ke bagian verse dan reffrain masih berunision dalam hentakan irama hustle mid tempo. Vokal Chrisye masuk bagian verse masih beriring hentakan musik hustle, termasuk di bagian reffrain lagu. Lagu ini juga riuh dengan vokal latar dari Trio Bebek. Bagian jeda lagu ini diisi dengan denting piano akustik dari Yockie. Saat masuk ke bagian verse lagi, nada dasar lagu ini dinaikkan. Sampai lagu ini ditutup dengan denting piano syntheziser dari Ronie yang memainkan nada-nada etnik Bali lagi. Lagu ini merupakan versi pop dari lagu "Smaradhana" yang pernah dimuat dalam album Guruh Gipsy (1977).

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

BTS Tampil dengan Megan, Jungkook Jaga Jarak

Selasa, 30 November 2021 | 06:12 WIB

Mengenal TREASURE, Grup Muda YG Entertainment

Senin, 29 November 2021 | 10:01 WIB

Tagar Kai Comeback Tengah Trending, Ini Penyebabnya

Senin, 29 November 2021 | 06:48 WIB

Dua Lagu Ini Jadi Penyemangat bagi Penderita AIDS

Sabtu, 27 November 2021 | 21:52 WIB
X