• KANAL BERITA

Tuk Bimo Lukar, Mata Air Kuno yang Tak Pernah Kering

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Kejawen - SAAT mengunjungi dataran tinggi Dieng, setiap wisatawan akan disuguhi dengan keindahan alam dan peninggalan sejarah yang begitu harmoni. Selain situs percandian, ada juga peninggalan bersejarah lain yang bahkan masih berfungsi hingga hari ini.

Situs bersejarah ini dinamakan dengan Tuk Bimo Lukar. Berlokasi di Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Tuk Bimo Lukar merupakan petirtan berupa kolam berukuran 5x2,5x1. Bangunannya terdiri atas susunan batu yang berhiaskan relief.

Air yang mengalir melalui dua jaladwara (pancuran) begitu jernih. Air disalurkan melalui pipa-pipa. Penduduk setempat menyebutnya sebagai Tuk atau mata air yang merupakan hulu dari Sungai Serayu yang mengalir hingga Laut Selatan. Mata air ini diyakini sebagai tempat bersuci sebelum memasuki kawasan suci Dieng. Bahkan airnya dipercaya bisa menjadikan awet muda.

Tuk Bimo Lukar disebut-sebut tak pernah kering sepanjang masa. Adapun nama "Bimo Lukar" berasal dari tokoh wayang Bimoseno yang melukar atau melepas sembilan jenis pakaian untuk disucikan di mata air tersebut sebelum menghadap Dewa Ruci.

Namun sebenarnya sembilan jenis pakaian tersebut merupakan simbol dari berbagai jenis keinginan hidup manusia. Untuk mencapai kesempurnaan hidup, manusia harus berani memerangi hal-hal negatif dengan mata air kesejukan yang mengalir siang-malam. Tuk Bimo Lukar mengingatkan seseorang harus bersuci melepas seluruh keduniawian agar hidup penuh dengan keselamatan.


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)