• KANAL BERITA

Umbul Jumprit, Petilasan Putra Sang Prabu Brawijaya

Foto: Travel Today
Foto: Travel Today

Pringgitan - NAMA Umbul Jumprit sudah tidak asing lagi bagi warga Temanggung dan sekitarnya. Dulu, Umbul Jumprit hanya diketahui kalangan tertentu saja. Baru pada 1980an pengunjung terus meningkat, terutama mereka yang ingin berziarah ke makam Ki Jumprit dan mandi berendam di Umbul Jumprit.

Nama "Jumprit" disebutkan dalam Serat Centhini, dan dikaitkan dengan legenda Ki Jumprit yang merupakan ahli nujum di Kerajaan Majapahit. Ki Jumprit bukan hanya dikenal sakti mandraguna, tetapi juga salah seorang putra Prabu Brawijaya, Raja Majapahit. Ia meninggalkan kerajaan agar bisa mengamalkan ilmu dan kesaktiannya kepada masyarakat luas.

Perjalanan panjangnya berakhir di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Beberapa tokoh masyarakat meyakini, Ki Jumprit adalah leluhur dari masyarakat Temanggung yang tersebar di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing. Ki Jumprit bahkan pernah meramalkan, suatu saat nanti Temanggung akan menjadi daerah yang makmur.

Ada beberapa lokasi yang diyakini sebagai petilasan Ki Jumprit. Makamnya pun berada tak jauh dari Umbul Jumprit. Dua lokasi inilah yang kerap dikunjungi peziarah. Biasanya mereka lelaku dengan cara kungkum atau berendam pada Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Usai kungkum, mereka membuang pakaian sebagai simbol membuang sial, sekaligus berharap rezeki baru bakal datang. Airnya pun diyakini bisa membuat awet muda dan dekat jodoh.

Selain dua hari tersebut, malam 1 Suro juga menjadi waktu yang ramai didatangi peziarah. Terlebih dengan digelarnya tradisi Suran Traji dengan aneka ritual menebar Jimat Pengantin Lurah. Umbul Jumprit juga menjadi tempat yang disucikan umat Buddha. Setiap berlangsung upacara Trisuci Waisak di Borobudur, air suci dari umbul ini turut disertakan. Air diambil tiga hari sebelum Waisak.


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)