• KANAL BERITA

Kaleidoskop 2018: 11 Event Seni Budaya Pilihan suaramerdeka.com

Dari Apeman Sampai Folklore Festival

Foto: suaramerdeka.com/dok
Foto: suaramerdeka.com/dok

Tradisi Apeman di Dusun Gombang Baru, Cawas, Klaten

Masyarakat Desa Gombang, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten menggunakan kue apem sebagai simbol sakral untuk  memohonkan ampunan leluhur sekaligus saling memaafkan antarwarga memasuki bulan Ramadan 1439 H. Sehari sebelum masuk bulan Ramadan, warga ramai-ramai membuat kue berbahan utama tepung terigu, tape dan gula itu.

Malam hari sebelum melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid, kue dibawa ke rumah sesepuh dusun. Setiap perwakilan kepala keluarga (KK) membawa kue itu minimal 20 butir.

Festival Barong Ider Bumi Banyuwangi

Tradisi Barong Ider Bumi sudah begitu mendarah daging di dalam kehidupan suku Osing. Warisan budaya unik ini telah berusia hingga ratusan tahun. Festival ini dihelat di Desa Kemiren, Glagah, 16 Juni 2018.

Festival Barong Ider Bumi ini diawali ritual memainkan angklung oleh para sesepuh di balai desa setempat. Barong lantas diarak keliling desa sambil diiringi nyanyian Jawa, isinya doa kepada nenek moyang dan Tuhan untuk menolak bala dan memohon keselamatan.

Penampilan Tim Gamelan Udinus di UNESCO

Tim Gamelan Udinus tampil memukau di grand auditorium UNESCO Paris. Udinus merupakan institusi perwakilan Indonesia yang berlaga dalam ajang bergengsi internasional tersebut. Event internasional yang diikuti tujuh negara di belahan penjuru itu, merupakan kompetisi untuk memberikan penampilan terbaiknya terkait dalam bidang seni.

Dalam penampilan ini Udinus mengangkat tema besar Gamelan Goes to the World. Everybody can play. Artinya bahwa Udinus memelihara warisan budaya dan mempromosikan  gamelan sebagai warisan budaya. Tim gamelan Indonesia melalui Udinus dipimpin langsung oleh Rektor Udinus, Prof Dr Edi Ir Noersasongko MKom.

Borobudur International Arts and Performance Festival

Gelaran festival internasional ini menampilkan 100 penari, musik perkusi etnik, penyalaan 100 obor di area Lumbini dan penyalaan lampu stupa Candi Borobudur yang diiringi pesta kembang api pada pembukaan. Dalam event ini ditampilkan pagelaran tari dan budaya dari delegasi negara Hongaria, Costa Rika, Venezuela, Amerika dan Polandia. Tim kesenian dari Jawa Tengah, setiap kabupaten/kota menampilkan tarian dan kesenian  unggulan dalam acara ini.

Larung Ongkek di Yadnya Kasada 2018

Larung sesaji atau ongkek (dalam bahasa setempat) dilarung ke dalam kawah Gunung Bromo sebagai bentuk syukur warga Tengger. Usai didoakan di Pura Luhur Poten, Ongkek dilarung ke kawah dengan harapan hasil bumi semakin meningkat dan masyarakat suku Tengger bertambah makmur.

Cuaca dingin mencapai 10 derajat celcius, tidak menyurutkan para wisatawan untuk melihat ritual adat persembahan Suku Tengger kepada Jaya Kusuma, putra sulung Roro Anteng dan Joko Seger. Pemberangkatan ongkek sesaji berbondong-bondong dilakukan pada pukul 01.00 WIB dini hari, dengan diringi rapalan-rapalan mantra oleh sejumlah dukun di sekitar kawah Bromo.

Desa Samiran Dinobatkan Sebagai Laboratorium Kampung Budaya

Desa wisata Samiran, Kecamatan Selo yang terletak di lereng Gunung Merapi dan Merbabu memiliki potensi luar biasa dalam bidang budaya dan kesenian lokal. Desa wisata andalan Kabupaten Boyolali ini kini dinobatkan menjadi Laboratorium Kampung Budaya.

Sebutan tersebut diluncurkan dalam acara Parade Seni Budaya Launching Laboratorium Kampung Budaya Samiran, di kompleks Petilasan Ki Kebo Kanigoro Desa Samiran.

5.000 Lengger Menari Massal di Hari Jadi Wonosobo

Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-193 diisi dengan tarian lengger yang dilakukan secara massal oleh 5.000 penari di Alun-alun Wonosobo. Kekompakan yang tersaji dalam lenger 5.000 penari itu sejalan dengan semangat yang diusung Pemkab pada Hari Jadi ke 193, yaitu “Guyub Rukun Mbangun Wonosobo”.

Dieng Culture Festival 2018

Upacara pemotongan rambut gimbal, pertunjukan seni tradisi, jazz atas awan, pertunjukan sendratari, pesta lampion, dan kembang api, adalah menu acara utama saat Dieng Culture Festival (DCF) 2018. Selain itu digelar pula aksi Dieng Bersih yang mengajak semua warga Dieng, pelajar hingga tamu yang datang untuk membersihkan semua objek wisata. Dengan 16 sub event, DCF-9 menawarkan Festival Caping dan Bunga, Ragam Pertunjukan Seni Tradisional, juga Kongkow Budaya. Ada juga Festival Kembang Api, Festival Tumpeng, Kirab Budaya, Festival Lampion, hingga Pameran Produk Kreatif UKM dan Kuliner.

Kirab Laksamana Cheng Ho

Ribuan umat Tri Dharma (Budha, Konghucu dan Tao) mengikuti kirab budaya memperingati kedatangan Laksamana Cheng Ho atau Sam Poo Tay Djen ke-613 di Kota Semarang. Rombongan kirab sepanjang sekitar 1 Km ini berangkat dari Jl Gang Lombok tepat pukul 05.00. Adapun rute yang dilewati yakni Jl Wotgandul, Jl Kranggan, Jl Depok, Jl Pemuda, Jl Mgr Soegiyopranoto, Jl Bojongsalaman dan Jl Simongan. Di sepanjang perjalanan rombongan disambut warga yang berdiri di pinggir jalan.

Tebar Apem YaQowiyu

Puncak perayaan tradisi Yaqowiyu tahun ini digelar di Lapangan Sendang Plampeyan, Jatinom, 26 Oktober 2018. Total ada 5 ton apem yang disiapkan untuk perayaan Yaqowiyu, termasuk untuk sebaran apem.

Jumlah apem mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Bila tahun lalu hanya 4,5, ton, tahun ini ditargetkan 5 ton. Tradisi tersebut merupakan peninggalan Ki Ageng Gribig yang merupakan tokoh penyebaran agama Islam di daerah Jatinom. Acara dimeriahkan drum band, tari-tarian, dan berbagai seni budaya. Adapun puncak acara diawali di kecamatan pukul 08.00, dilanjutkan jalan ke Masjid Gedhe untuk shalat Jumat, usai shalat Jumat baru dilakukan sebaran apem.

Festival Folklore dan Panggung Gembira di Desa Wisata Kandri

Pemerintah Kota Semarang menggelar festival kebudayaan berkelas Internasional yang dikemas dalam tajuk Semarang International Folklore Festival, Sabtu (15/12) di Lapangan Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Semarang.

Festival Folklore ini menyuguhkan beragam kesenian dan tari tradisional dari sejumlah provinsi di Indonesia. Selain kesenian dan tari, juga akan disuguhkan beberapa permainan tradisional anak yang saat ini nyaris punah. Selain kesenian Indonesia, dalam Festival Folklore ini juga ditampilkan kesenian dari beberapa negara tetangga seperti China, Malaysia, Korea dan Jepang.


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)