• KANAL BERITA

Napak Tilas Pertemuan Panembahan Senopati dan Ratu Kidul di Kahyangan Dlepih

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Kejawen - KAHYANGAN merupakan tempat wisata ritual yang diyakini sebagai petilasan pertapaan raja-raja Tanah Jawa. Obyek wisata ini terletak di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, berjarak 50 km arah tenggara kota Wonogiri.

Menurut cerita para sesepuh, pertapaan ini disebut Kahyangan karena diyakini sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Secara lokasi pertapaan Dlepih berada di atas lembah dan dipakai untuk memanjatkan segala hajat kepada Tuhan.

Menurut Babad Tanah Jawa, Kahyangan Dlepih pernah dipergunakan Sunan Kalijaga untuk bertafakur meminta rahmat Allah agar mencapai keluhuran hidup. Permohonannya pun dikabulkan. Di area petilasan Kedung Pasiraman, konon tasbih Sunan Kalijaga jatuh berantakan.

Selain Sunan Kalijaga, Kahyangan Dlepih juga pernah dipergunakan Raden Danang Sutawijaya (Panembahan Senopati) untuk bertapa ketika hendak mendirikan dinasti Mataram. Di tempat ini ia mengadakan perjanjian dengan Kanjeng Ratu Kidul untuk bersama-sama membangun pemerintahan di Jawa. Menurut cerita tutur, ia bersemadi di atas petilasan Selo Payung atau Selo Pamelengan.

Begitupun dengan Raden Mas Rangsang (Sultan Agung Hanyokrokusumo) yang bersemadi di sana saat akan dinobatkan menjadi raja Mataram. Konon beliau menerima wahyu melalui bisikan roh sang eyang, Panembahan Senopati.

Ada pula Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengkubuwana I) yang bertapa saat hendak mendirikan Kasultanan Yogyakarta. Niat beliau terkabul melalui bisikan roh Nyai Widonanggo dan Nyai Puju.

Hingga kini Kahyangan Dlepih dikeramatkan oleh Kasultanan Yogyakarta. Setiap 8 tahun sekali, digelar upacara Labuhan Ageng. Begitu pula pada malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon setiap Sura. Pemkab setempat mengadakan upacara Sedekah Bumi, dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

 


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)