• KANAL BERITA

Puasa Pati Geni, Tirakat Berat yang Penuh Godaan

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Ada banyak lelaku atau tirakat dalam khazanah Jawa yang diyakini mampu meningkatkan daya spiritual diri. Selain semadi, keyakinan Kejawen juga memiliki tirakat yang dijalankan dengan berpuasa.

Salah satu dari sekian pusa yang dianggap cukup ekstrim adalah Puasa Pati Geni. Puasa Pati Geni adalah satu jenis laku tirakat yang biasanya dijalankan oleh seseorang yang ingin menebus suatu keilmuan tertentu.  

Orang yang menjalankan puasa Pati Geni  dilarang makan dan tidak minum selama 1 x 24 jam di dalam suatu ruangan tertutup tanpa ada cahaya maupun api. Rentang puasa dilakukan antara 1 hingga 3 hari, bahkan konon orang-orang zaman dahulu ada yang berhasil puasa Pati Geni selama 40 hari lamanya.

Selama prosesi puasa, pelaku tirakat dilarang tidur, makan, minum atau pun berbicara dengan siapa pun. Ia diharuskan  berdoa, bermeditasi atau semadi sambil merapalkan mantra yoga tertentu.

Saking beratnya lelaku ini, para guru ilmu kejawen atau para ahli metafisik baru akan menyarankan seseorang untuk melakukan pati geni jika memang urusannya benar benar urgen. Atau jika hajatnya memang benar benar besar dan mendesak.

Puasa Pati Geni dimulai pada weton kelahiran orang yang akan menjalankan lelaku. Semisal weton pelaku tirakat jatuh di hari Senin Legi, maka puasa bisa dilakukan pada Senin subuhnya. Atau bisa juga dimulai pada Senin dini hari sekitar jam 2 atau jam 3 pagi.

Sebelum mulai melakukan puasa, seperti umumnya bisa sahur terlebih dahulu. Waktunya bebas, yang penting harus sudah selesai sebelum subuh di hari kelahiran atau weton pelaku tirakat. Setelah sahur, bisa mulai bersemadi sebagai langkah untuk menjaga ketenangan jiwa selama melakukan puasa pati geni.

Mantra untuk melakukan puasa ini adalah,

“Niat ingsun patigeni, Asirep rapet maring geni lan sinar, Aku bali maring pepeteng, Kadyo purwaning dumadi mring alam luwung, Sajroning guwo garbaning sang ibu, Sedulur papat limo pancer, Tumekaning sang jabang bayine, kakang kawah adi ari-ari,kiblat papat limo pancer, Nyawiji mring ngarsane Gusti, Niatku patigeni”

Konon, godaan yang sering dialami dalam melakukan puasa Pati Geni adalah munculnya suara atau sosok gaib yang sengaja mengganggu semadi, rasa panas di seluruh badan seperti terbakar, rasa kantuk yang sangat dahsyat, adanya bisikan-bisikan gaib, munculnya binatang-binatang asing, dan sesak nafas.


(Fadhil Nugroho Adi, Berbagai sumber/CN41/SM Network)