Menarik Pasar dengan Olahan Bebek Kekinian

- Jumat, 16 April 2021 | 08:18 WIB
MENU SPESIAL : Pemilik Professor Duck menunjukkan salah satu menu spesial roasted duck di Kartika Grand Bistro. (suaramerdeka.com / dok)
MENU SPESIAL : Pemilik Professor Duck menunjukkan salah satu menu spesial roasted duck di Kartika Grand Bistro. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tidak semua orang menyukai makanan dengan olahan utama dari daging bebek. Selain itu, daging bebek umumnya juga mempunyai bau amis. Namun ketika dimasak dengan olahan kekinian, daging bebek bisa menjadi makanan yang menarik lidah orang untuk mencicipinya. Itulah yang dilakukan Nurul Fitryana Dewi Ambar Wati, pemilik Professor Duck dalam upaya menarik pasar untuk usaha kulinernya yang 80 persen bahannya dari daging bebek.

"Bebek bisa diolah dengan masakan kekinian seperti halnya ayam. Dengan olahan kekikinian, orang yang semula tidak suka bebek menjadi penasaran dan ingin mencicipinya," kata Ana, panggilan akrab  Nurul Fitryana Dewi Ambar Wati saat membuka Professor Duck cabang ketiganya di Kartika Grand Bistro Museum Mandala Bhakti Tugumuda Semarang, Rabu (14/4) malam.

Hal itu terbukti ketika dia mencoba menjajaki usaha kuliner daging bebek mulai dari dasaran kaki lima di Jalan Hayam Wuruk Semarang pada tahun 2020. Berkat olahan kekinian dan menyematkan nama-nama unik pada makanan dari bahan daging bebek itu, pecinta kuliner langganannya bertambah hingga memiliki komunitas sendiri.

Menu-menu unik yang membuat orang penasaran dan ingin mencoba di antaranya Popcorn Duck, Satay Duck, Burger Duck, dan Noodle Duck Steak. "Bebek kalau diolah dengan masakan kekinian pasti membuat orang penasaran dan ingin mencicipi," kata Ana yang tetap menyediakan 20 persen olahan dari bahan lain.

Melihat pecinta kuliner bebek bertambah, pemilik Medoho Resto Cafe ini pun mulai mengembangkan usahanya dengan membuka cabang kedua di Wisata Dusun Semilir, Bawen, Kabupaten Semarang dan cabang ketiga di Museum Mandala Bhakti Tugumuda.

"Untuk cabang ketiga saya memilih buka di Kartika Grand Bistro Museum Mandala Bhakti karena lokasinya strategis dan bisa diakses para pecinta kuliner dari berbagai sudut Kota Semarang. Selain itu juga untuk menunjang wisata sejarah di Museum sekaligus menjajaki wisata kuliner yang ada di sini," kata Ana.

Dikatakan, Professor Duck memiliki cita rasa bebek yang berbeda dengan tempat lain khususnya untuk bumbu rempah-rempahnya dan daging yang tidak amis. "Kalau tidak pandai mengolah, pasti masih menimbulkan bau amis," kata Ana yang mempunyai menu spesial Roasted Duck yang dipanggang selama delapan jam.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Mampir ke Pati, Yuk Cobain 3 Makanan Khasnya Ini

Kamis, 16 September 2021 | 20:09 WIB

Masak Pare Biar Pahitnya Hilang, Ini Nih Rahasianya

Selasa, 14 September 2021 | 15:01 WIB

Tamu yang Menginap Mendapat Bouquet Snack, Ini Sebabnya

Minggu, 12 September 2021 | 16:01 WIB

Thailand Punya Street Food Ekstrem, Anda Berani Coba?

Sabtu, 11 September 2021 | 11:24 WIB
X