Dinusfest Hidupkan Usaha Kuliner, Gelar Virtual Cooking Competition

- Rabu, 10 Februari 2021 | 09:06 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penampilan yang menarik dan memberi kesan unik menjadi salah satu daya tarik dari suatu olahan makanan dan minuman. Melihat hal ini Biro Manajemen Perhotelan (Manahot) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggelar Virtual Cooking Competition 3 dengan olahan makanan tradisional

Terdapat dua pilihan kategori yang dilombakan, sekaligus diangkat menjadi tema kali ini, yaitu 'The Art Of Chocolate Dessert Platting and Latte Art Throwdown'. Peserta diharuskan mengirim video yang menampilkan mulai dari proses mengolah makanan tradisional yakni kue putu ayu hingga proses platting, yang kemudian akan dinilai tiga juri kategori dessert platting.

Ketiganya adalah Chef Made Hendrayana, S.E., M.Agb dari Politeknik Pariwisata Bali, Chef Setyo Prasiyono N, S. ST., M. Sc. dari Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Jogjakarta, dan Chef Prima Setia Judha Pranata ,SST .Par, MM.Par dari Udinus. Sedangkan kategori Latter Art dinilai oleh 2 juri, yakni Bagas Chandra dari Fotokopi dan Ahmad Faqihudin Syarih dari Folkafe.

Ketua pelaksana, Vivika Lily Christanti mengatakan pada kompetisi ini Latte Art menjadi kategori lomba baru yang dimasukkan dan menjadi keunikan dari kompetisi tahun ini. Virtual Cooking Competition 3 dilangsungkan sejak 1 hingga 3 Februari 2021 melalui zoom. "Biasanya hanya ada kategori platting, namun tahun ini kamu juga membuka Latte Art. Kami melihat banyak teman mahasiswa yang tertarik dalam dunia latte art sehingga kami ingin memberikan wadah bagi mereka untuk berkreasi," jelasnya.

Peluang besar bisnis kuliner dan coffee shop menjadi ketertarikan sendiri bagi generasi muda untuk mengembangkan diri dengan membuka usaha kuliner. Hal ini menjadi salah satu tujuan Biro Manahot untuk mengembangkan bakat generasi muda baik dalam hal mengolah bahan makanan, platting hingga akhirnya dapat membuka peluang usahanya sendiri. "Tema kali ini kami menggunakan makanan tradisional kue putu, agar para peserta dapat berkreasi lebih pada makanan-makanan tradisional Indonesia," papar Vivika.

Terpisah, Wakil Rektor III Bidang kemahasiswaan Udinus, Dr.Kusni Ingsih, MM mengatakan, Dinusfest ini merupakan ajang kreasi Udinus bagi siswa-siswi di sekolah. Menurutnya kegiatan ini akan menumbuhkan semangat berkompetisi bagi siswa SMA yang mengikuti kegiatan Dinusfest 2021.

Walaupun kegiatan dilangsungkan secara daring, namun suasana kompetisi satu dengan lainnya akan tetap terbangun. Bagi peserta yang memperoleh juara nantinya bisa mendapat hadiah jutaan rupiah dan beasiswa melanjutkan studi ke Udinus.

"Setiap peserta pastinya akan berusaha untuk memenangkan perlombaan atau kompetisi. Anak akan memahami bahwa ada menang dan kalah dalam perlombaan atau kompetisi. Di sinilah timbul jiwa berkompetisi agar menjadi pemenang. Kami juga telah siapkan hadiah dan beasiswa bagi pemenang lomba," kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Udinus saat memberikan keterangan terkait Dinusfest 2021.

Meskipun digelar secara daring, Dinusfest adalah agenda tahunan Udinus yang menggelar rangkaian lomba antar mahasiswa dan SMA/SMK sederajat yang terdiri dari puluhan ajang lomba. Pesertanya berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dengan total hadiah ratusan juta rupiah.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Menikmati Makanan Khas Solo Tanpa Harus Mudik

Senin, 26 April 2021 | 07:35 WIB

Menarik Pasar dengan Olahan Bebek Kekinian

Jumat, 16 April 2021 | 08:18 WIB

Kurma Ternyata Beragam, Ini Jenisnya

Kamis, 15 April 2021 | 12:32 WIB

Bakwan Udang, Cocok Jadi Teman Buka Puasa

Rabu, 14 April 2021 | 13:03 WIB

Minuman Segar untuk Buka Puasa di Hari Pertama

Selasa, 13 April 2021 | 17:12 WIB

Menu Sehat Berbuka Puasa, Yuk! Intip Resepnya

Selasa, 13 April 2021 | 14:45 WIB
X