Terapi Plasma Konvalesen untuk Penyembuhan Covid-19, Seberapa Besar Keberhasilannya?

- Rabu, 19 Mei 2021 | 16:36 WIB
Foto dokumentasi
Foto dokumentasi

JAKARTA, suaramerdeka.com - Berbagai upaya dilakukan untuk melawan covid-19. Saat ini ada satu metode pengobatan melalui terapi dari donor darah plasma konvalesen (TPK). Apakah donor darah plasma konvalesen dan bisakah setiap penyintas Covid-19 menjadi peserta donor darah plasma kovalesen? Ini penjelasannya.

 

Menurut Dr. dr. Monica, Sp.An., KIC., M.SI., MM., MARS., TPK merupakan salah satu modalitas terapi dengan memindahkan plasma penyintas COVID-19 yang mengandung antibodi spesifik terhadap SARS-CoV-2 ke pasien COVID-19 yang masih menderita penyakit tersebut.

Ada banyak sekali penelitian dengan hasil yang berbeda mengenai TPK, ada yang memberikan hasil mendukung dan sebaliknya.

"Tetapi sebenarnya, keberhasilan TPK tergantung dari beberapa faktor utama yaitu dosis, kadar antibodi dan waktu pemberian," katanya pada webinar internasional tentang Terapi Plasma Konvalesen (TPK) yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha dan didukung oleh PT Itama Ranoraya Tbk dan Terumo Indonesia, Rabu.
 
Webinar seminar daring mendatangkan tiga narasumber bertaraf Internasional yang berasal dari AS dan merupakan pakar dalam penelitian TPK, yaitu Profesor Michael J. Joyner, M.D. dari Mayo Clinic, Profesor Arturo Casadevall, M.D., M.S., Ph.D. dari Johns Hopkins dan Profesor Pirofski, M.D. dari Albert Einstein College of Medicine. Selai itu dua narasumber dari Indonesia yaitu Dr. dr. Theresia Monica, Sp.An., KIC., M.SI., MM., MARS. dari Universitas Kristen Maranatha dan Dr. dr. Ria Syafitri Evi Gantini, M. Biomed. dari Palang Merah Indonesia.

Theresia Monica menambahkan tanpa memperhatikan ketiga faktor utama ini maka efektivitas antibodi di dalam TPK tidak akan optimal. Sebab prinsip TPK sendiri adalah antibodi di dalam plasma konvalesen berfungsi untuk menghilangkan virusnya bukan untuk memperbaiki kerusakan organ yang terjadi. “Oleh sebab itu pemberian sedini mungkin terutama pada pasien dengan komorbid dapat memberikan hasil yang lebih baik,” jelas Dr. Monica.

Theresia Monica, yang juga Ketua Pusat Pengembangan, Inovasi & Kerjasama Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, berharap bahwa webinar bertaraf internasional ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan, mendorong penelitian dengan desain yang baik tentang TPK ini, dan menghantarkan bangsa Indonesia menjadi pionir dan trendsetter dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi agar bermanfaat bagi kemanusiaan.

Hendry Herman, Direktur PT Itama Ranoraya Tbk, mengatakan pihaknya sangat mendukung terselenggaranya International Webinar Convalescent Plasma Therapy ini sebagai langkah awal untuk melakukan penelitian lanjutan dan pengembangan terhadap produk-produk dari plasma darah.

“Kami berharap dukungan ini dapat menghasilkan berbagai inovasi yang turut berkontribusi dalam dunia kesehatan sesuai dengan misi kami, hi-tech healthcare solutions,” kata Hendry Herman.

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

Ini Dia Manfaat Buah Pisang bagi Kesehatan

Minggu, 26 September 2021 | 21:27 WIB

Manfaat Ampas Kopi untuk Kecantikan Kulit

Minggu, 26 September 2021 | 18:28 WIB

Ini Manfaat Buah Lemon yang Perlu Diketahui

Sabtu, 25 September 2021 | 22:49 WIB

Ini Manfaat Konsumsi Buah Nanas

Sabtu, 25 September 2021 | 09:54 WIB

Dokter Tirta: Minum Kopi Beri Impact Positif bagi Tubuh

Kamis, 23 September 2021 | 23:47 WIB

Tips Menjaga Kesehatan Mata dari Paparan Sinar Gadget

Kamis, 23 September 2021 | 23:09 WIB

Ini Dia Manfaat Kunyit bagi Kesehatan

Kamis, 23 September 2021 | 22:53 WIB

PAP Smear, Metode Membantu Deteksi Kanker Serviks

Rabu, 22 September 2021 | 07:12 WIB

Anak-anak Juga Bisa Terserang Kanker, Kenali Jenisnya

Selasa, 21 September 2021 | 22:57 WIB
X