Peserta Vaksinasi dengan Pengentalan Darah Perlu Konsultasi Dokter, Ini Penjelasan IDI

Ant
- Sabtu, 27 Maret 2021 | 17:53 WIB
Foto dokumentasi
Foto dokumentasi

JAKARTA, suaramerdeka.com - Calon peserta vaksinasi dengan riwayat risiko pengentalan darah perlu lebih dulu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengikuti vaksinasi. Demikian diungkapkan Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Iris Rengganis.

"Memang kasus pengentalan darah pada peserta vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca di Inggris sudah dipastikan tidak dipicu oleh vaksin. Namun akan lebih baik jika hal-hal yang dapat mencetuskan terjadinya pengentalan darah bisa dihindari. Karenanya, berkonsultasi pada dokter dulu akan lebih baik," katanya saat menjadi pembicara pada webinar bertajuk "Mengenal Risiko COVID-19 dan Rehabilitasi Medik Bagi Penyintas", Sabtu.

Iris mengatakan hal yang sama juga perlu dilakukan calon peserta vaksinasi yang memiliki komorbid untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum hari penyuntikan.

Baca Juga: Sebelum Vaksinasi, Lansia dengan Komorbid Dianjurkan Konsultasi ke Dokter

"Komorbid harus dipastikan terkontrol saat akan disuntik karena pada dasarnya vaksinasi itu diberikan kepada orang yang sedang dalam kondisi sehat," kata Iris dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan, pada masa-masa awal vaksinasi, memang banyak item komorbid yang tidak dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi.

"Namun rekomendasinya terus diperbarui, seperti untuk komorbid diabetes yang sampai mengalami empat kali perubahan. Kini calon peserta dengan komorbid diabetes, sudah diperbolehkan mendapatkan vaksinasi. Dengan catatan gula darahnya terkontrol dalam sebulan terakhir sebelum vaksinasi," kata Iris.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Kelompok Komorbid, Begini Ketentuannya

Demikian pula bagi calon peserta dengan komorbid hipertensi, tensinya harus terkontrol saat akan mendapatkan vaksinasi.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X