Tekan Prevelansi Stunting, Perhatikan Kecukupan Gizi dan Hindari Konsumsi Kental Manis

- Jumat, 19 Maret 2021 | 05:09 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

Ketua Umum PP Ikatan Bidan Indonesia Dr. Emi Nurjasman M.Kes, mengingatkan kepada bidan yang melakukan pemeriksaan kandungan ibu hamil, informasi-informasi tersebut harus disampaikan secara komprehensif. “Pola hidup, pola makan, dan juga nutrisi yang sebaiknya dikonsumsi ataupun yang harus dihindari oleh ibu dan bayi,” imbuh Emi.

Emi juga meminta hasil penelitian YAICI bersama PP Muslimat mengenai konsumsi kental manis pada balita untuk dapat dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait lainnya, agar ke depannya dapat mengeluarkan rekomendasi. “Kita tahu konsumsi kental manis oleh balita itu tidak tepat, karena itu perlu direkomendasikan, bisa saja nanti ada tambahan larangan kental manis tidak untuk dikonsumsi balita, serta di dalam kemasan harus ada warning juga,” jelas Emi Nurjasman.

Sebelumnya YAICI bersama PP Aisyiyah telah melakukan penelitian mengenai konsumsi kental manis pada balita di beberapa wilayah di Indonesia. Penelitian dilakukan pada 2020 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT dan Maluku.

Dari penelitian ditemukan 28,96 persen dari total responden mengatakan kental manis adalah susu pertumbuhan, dan sebanyak 16,97 persen ibu memberikan kental manis untuk anak setiap hari. Dari hasil penelitian juga ditemukan sumber kesalahan persepsi ibu, dimana sebanyak 48% ibu mengakui mengetahui kental manis sebagai minuman untuk anak adalah dari media, baik TV, majalah/ koran dan juga sosial media dan 16,5% mengatakan informasi tersebut didapat dari tenaga kesehatan.

Temuan menarik lainnya adalah, kategori usia yang paling banyak mengkonsumsi kental manis adalah usia 3 – 4 tahun sebanyak 26,1 persen, menyusul anak usia 2 – 3 tahun sebanyak 23,9 persen. Sementara konsumsi kental manis oleh anak usia 1 – 2 tahun sebanyak 9,5 persen, usia 4-5 tahun sebanyak 15,8% dan 6,9 persen anak usia 5 tahun mengkonsumsi kental manis sebagai minuman sehari-hari.

Dilihat dari kecukupan gizi, 13,4% anak yang mengkonsumsi kental manis mengalami gizi buruk, 26,7% berada pada kategori gizi kurang dan 35,2 persen adalah anak dengan gizi lebih. “Dari masih tingginya persentase ibu yang belum mengetahui penggunaan kental manis, terlihat bahwa memang informasi dan sosialisasi tentang produk kental manis ini belum merata, bahkan di ibu kota sekalipun,” jelas Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

PAP Smear, Metode Membantu Deteksi Kanker Serviks

Rabu, 22 September 2021 | 07:12 WIB

Anak-anak Juga Bisa Terserang Kanker, Kenali Jenisnya

Selasa, 21 September 2021 | 22:57 WIB

Lima Cara Mudah Tingkatkan Stamina Otak

Selasa, 21 September 2021 | 07:15 WIB

Karies Jadi Momok, Dokter Gigi Didorong Berinovasi

Selasa, 21 September 2021 | 06:55 WIB

Hindari Lima Kesalahan Ini Saat Mencuci Muka

Senin, 20 September 2021 | 09:18 WIB

Tak Hanya Minum Air Hangat, Berikut Tips Atasi Flu

Minggu, 19 September 2021 | 20:07 WIB

Sering Telat Makan? Awas Bahaya Ini Mengintai Anda

Minggu, 19 September 2021 | 10:58 WIB

Ini Tiga Mitos Diet Sesat yang Perlu Kamu Tahu

Sabtu, 18 September 2021 | 10:12 WIB
X