Tak Disarankan Penggunaan Strap Masker, Satgas Covid-19 Ungkap Alasannya

- Jumat, 26 Februari 2021 | 12:15 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Maraknya pemakaian strap masker terutama di kalangan anak muda ternyata menimbulkan pro kontra.

Bahannya strap masker atau tali masker sendiri ada yang terbuat dari rantai kecil, anyaman benang, manik-manik, dan lain sebagainya.

Satgas Covid-19 pun  tidak menyarankan penggunaan dan pemakaian strap masker tersebut ketika masker dikalungkan di dada, terdapat risiko droplet menempel di area dalam masker. Masker tersebut juga akan menempel di pakaian sehingga terjadi kontaminasi silang.

Baca Juga: Masker Kain dari Sekam Padi, Ini Keunggulannya

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menilai masker berjenis ini mengurangi higienitas. Karena masker pada sisi dalam sudah terkontaminasi droplet saat berbicara, batuk, ataupun udara dari helaan nafas yang kotor dan berpotensi menularkan orang disekitarnya. Bahkan, masker yang dibiarkan tergantung tanpa terlindung, juga berpotensi menerima paparan dari luar.

Baca Juga: Masker Sekali Pakai Bisa Didaur Ulang, Ini Penjelasan LIPI

"Kedua hal ini dapat menjadi sumber infeksi bagi orang sekitarnya, maupun terpapar droplet dan aerosol dari lingkungan, dan dapat terhirup dan menjadi sumber infkesi bagi pemakainya," katanya.

Dalam menjaga higienitas masker, Wiku menyarankan hal paling baik menggunakan kantung. Untuk bahannya, bisa berbahan kertas atau berbahan lain yang aman dan yang bisa dibuka dan ditutup rapat-rapat.

Penyimpanan masker menggunakan cara ini, menurutnya dinilai lebih aman dapat dan higienis ketika yang menggunakannya akan melakukan aktivitas makan dan minum.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Krisdayanti; Minuman Berserat Adalah Kunci

Senin, 2 Agustus 2021 | 20:17 WIB

Pakar: Makan di Luar Lebih Berisiko Tertular Covid-19

Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:38 WIB
X