Masyarakat Harus Pintar Pilih Susu Segar dari IPS yang Bonafit

Red
- Minggu, 7 Februari 2021 | 08:15 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemakaian antibiotik pada hewan sapi yang banyak dilakukan tenaga bukan dokter hewan, menjadikan penggunaan antibiotik menjadi tidak terkontrol. Hal itu menunjukkan peraturan pada industri persusuan di Indonesia masih belum jelas.

"Antibiotik yang disuntikkan pada sapi berakibat ada residu dalam air susu. Produk susu ini yang disetorkan ke IPS (Industri Pengolahan Susu) dan dikonsumsi oleh masyarakat. Maka berhati-hatilah mengonsumsi susu. Pilihlah susu segar dan IPS yang bonafit," pesan drh Mukhlas Yasi Alamsyah, pakar dan praktisi hewan besar, Sabtu (6/2).

Residu antibiotik dalam bahan pangan (daging, susu dan yang lain), menurut supervisor PT Eka Farma Semarang ini masih menjadi masalah serius, karena akan berefek pada kejadian resisten mikroba terhadap antibiotik.

Baca Juga: Kucing Paling Banyak Dipelihara Saat Pandemi, Mengapa?

Namun pada 1 Januari 2018 lalu, resmi dilarang pengunaan antibiotik dalam imbuhan pakan ayam. Jadi sebelum 2018, masyarakat masih mengonsumsi daging ayam yang mengandung residu antibiotik.

"Setelah ada peraturan ini, maka diharapkan masyarakat bisa lebih sehat, dan dalam penggunaan antibiotik sendiri lebih terkontrol," kata Mukhlas YA.

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Krisdayanti; Minuman Berserat Adalah Kunci

Senin, 2 Agustus 2021 | 20:17 WIB

Pakar: Makan di Luar Lebih Berisiko Tertular Covid-19

Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:38 WIB
X