Waspadai Bahaya Sering Mengorek Telinga

- Kamis, 10 September 2020 | 12:49 WIB
Istimewa
Istimewa

DOSEN Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Muslimah, S.Si,MM, Apt melarang masyarakat jangan sering mengorek telinga menggunakan Cotton Bud. Sebab risiko dari kesalahan penggunanan cotton bud mengakibatkan infeksi, hilangnya kemampuan mendengar secara signifikan dan hal yang fatal seperti gendang telinga bisa pecah.

Baca Juga: Gangguan Telinga Diwaspadai

Ia menjelaskan kasus tersebut dapat terjadi terutama pada anak anak yang usianya masih muda. Gendang telinga anak lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa sehingga rawan untuk pecah. Ditunjang  tanpa adanya pengawasan dan edukasi ke anak tentang bahaya penggunaan cotton bud.

Pasalnya, gendang telinga pecah merupakan kondisi di mana terdapat robekan atau lubang kecil pada gendang telinga sehingga menyebabkan sakit telinga, telinga berdenging, telinga berair (dapat berisi nanah ataupun darah).

"Bahkan dapat menimbulkan pusing atau vertigo yang menyebabkan mual dan muntah, serta pendengaran berkurang atau hilang dan pecahnya gendang telinga. Jika tidak segera tertangani medis menyebabkan pendengaran hilang secara permanen," ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, masyarakat pada umumnya belum mengetahui lubang telinga punya kemampuan membersihkan dirinya sendiri. Pemakaian cotton bud untuk mengorek lubang telinga justru berpotensi mendorong kotoran telinga lebih dalam.

"Mungkin tidak jarang kita tergoda untuk membersihkan telinga karena ada semacam getah berwarna cokelat yang nampak di lubang telinga. Beberapa orang bahkan gemas untuk mengorek getah ini dan mengeluarkannya dari lubang telinga," imbuhnya.

Kata Muslimah, getah berwarna coklat tersebut sebetulnya bukanlah kotoran telinga, melainkan zat bernama serumen yang memang diproduksi oleh tubuh. Serumen berfungsi melindungi sekaligus melumasi kedua lubang telinga. Tanpa adanya serumen, bagian dalam telinga justru akan terasa kering dan gatal karena kotoran yang masuk.

"Serumen bisa dibilang merupakan filter bagi telinga kita. Kotoran dan debu yang tertiup masuk ke lubang telinga akan terperangkap dalam getah berwarna coklat ini, sehingga tidak bisa masuk lebih jauh. Serumen juga mempunyai daya antibakteri dan cukup mampu mensterilkan telinga dari kuman-kuman yang masuk," terangnya.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

PKFI Pastikan Pelayanan Klinik Sesuai Standar

Senin, 3 Oktober 2022 | 00:40 WIB
X