Jamu Kunyit Asem dan Beras Kencur Selalu Jadi Incaran

- Minggu, 19 Juli 2020 | 07:32 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SIAPA sih yang tak kenal jamu. Minuman dari olahan bahan-bahan alami ini sudah sangat lama digemari masyarakat Indonesia. Tua, muda segala usia, baik pria dan wanita tentu pernah merasakan minuman yang konon katanya berasal dari warisan leluhur ini.

Nah, dari sekian banyak jenis jamu, ternyata Kunyit Asem dan Beras Kencur tetap jadi idola dan selalu jadi buruan para penyuka dan tak penyuka jamu sekalipun.

"Kalau sekarang ini Kunyit Asem. Dulu zamannya Corona awal-awal Mpon-mpon ala Presiden Jokowi yang banyak laku. Tergantung situasinya," papar Retno Hemawati, pemilik Sejiwa, sebuah produk olahan jamu, baru-baru ini.

Jamu Kunyit Asem sendiri memang konsisten dengan kelarisannya. Kenapa? Menurut Retno, selain konsumen-konsumennya dari kaum hawa yang memang suka dengan jamu ini, ternyata kalangan kaum adam pun tak menolak untuk menolaknya.

"Di kota-kota besar seperti Jakarta, mindsetnya itu minum kunyit asem supaya sehat. Kunyitnya kan bagus untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan juga bisa mengurangi berat badan," papar dia.

Yang kedua dan tak kalah konsisten untuk selalu diminati adalah jamu Beras Kencur.

"Ini tricky banget kan bikinnya dan harus dadakan. Tapi ini juga laku banget karena disukai anak-anak dan millenial yang lagi mencoba suka jamu. Siapa nggak suka beras kencur kan? Semua pasti suka karena manisnya itu," papar wanita asli Wonosobo ini. 

Namun, dari semua jenis jamu yang ada entah itu paling diminati atau pun tidak, Retno pun menggarisbawahi pada hal kebersihan saat seseorang memproduksi jamu. Dia berani memastikan bahwa dari proses pertama hingga akhir, jangan sekali-sekali kompromi dengan kebersihan.

"Maksudnya itu mutlak ya. Semua jenis jamu, kudu bersih semua bahannya, alatnya, pengemasannya, hingga pengirimannya. Pilih bahan yang baik dan tidak cacat. Buang saja yang begitu," urai Retno membocorkan resep sederhanya mengolah jamu.

Selain itu, semua bahan yang dimasak harus benar-benar matang. Termasuk tidak takut memperlama proses memasak hingga mendidih  agar lebih tanak sehingga bisa awet lebih lama. 

"Paling penting dan utama, jangan gunakan yang tiruan, gula misalnya. Pantang membuat makanan dan minuman pakai gula tiruan atau biang," tegas dia.

Di luar itu, Jamu Sejiwa sendiri hadir pada 2018 karena memang ada kebutuhan masyarakat urban yang rindu dengan masakan dan minuman tradisional. Selebihnya, karena Indonesia ini kan kaya banget dengan rempah-rempah, jadi ini mikir secara gampang saja, bahannya ada, kemampuannya ada, waktunya ada, pasarnya ada, nah cocok semua. Maka dibikinlah Sejiwa," tandas wanita yang juga seorang editor di sebuah media online nasional di Jakarta ini.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Ini Olah Raga yang Tren Selama Pandemi Covid-19

Jumat, 31 Desember 2021 | 11:25 WIB

Ini Khasiat Buah Naga untuk Redakan Batuk dan Flu

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:29 WIB
X