Penderita TBC Rentan Terinfeksi Virus Covid-19, Perlu Pendampingan

- Rabu, 1 Juli 2020 | 10:00 WIB
PETUGAS PENDAMPINGAN : Tim Puskesmas bersama Pimpinan Kecamatan Bumiayu melaksanakan pendampingan terhadap penderita TBC di wilayah Desa Dukuhturi.
PETUGAS PENDAMPINGAN : Tim Puskesmas bersama Pimpinan Kecamatan Bumiayu melaksanakan pendampingan terhadap penderita TBC di wilayah Desa Dukuhturi.

BUMIAYU, suaramerdeka.com -  Penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) atau juga dikenal dengan TB disebut rentan tertular virus Covid-19.  Mereka masuk kategori Orang dalam Risiko (ODR) Covid-19 sehingga perlu pendampingan dan pemantauan.

 “Penderita TBC ini rawan terkena penularan Covid-19. Adanya kegiatan pendampingan ini untuk memantau kondisi kesehatan karena mereka lebih berisiko di saat pandemi virus korona ini,” kata Camat Bumiayu Eko Purwanto  Selasa (30/6).

Tim puskesmas bersama pimpinan Kecamatan Bumiayu melaksanakan kegiatan pendampingan kepada salah satu pasien TBC di Desa Dukuhturi pada Selasa (30/6). Sementara itu, Dokter Puskesmas Bumiayu dr Hawa Masfufah mengatakan pendampingan akan dilakukan kepada 169 penderita TBC. Mereka tersebar di wilayah Puskesmas Bumiayu sebanyak 79 orang dan Puskesmas Kaliwadas 90 orang.

“Tim akan mengunjungi rumah mereka untuk menyampaikan sosialisasi dan pemberian obat,” kata dia. Pendampingan diperlukan agar mereka tetap mendapatkan pelayanan pengobatan sekaligus mewaspadai potensi penularan Covid-19.

Menurut Hawa dampak yang diakibatkan virus Covid-19 kepada mereka akan lebih berbahaya dibandingkan dengan orang sehat. Guna mencegah penularan virus Covid-19, pasien TBC diminta dalam masa pengobatan untuk minum obat teratur, menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat.

Saat ini, jumlah penderita Tuberkulosis Kecamatan Bumiayu, Brebes, tercatat 169 orang. Ratusan orang tersebut masuk dalam kategori Orang Dalam Risiko (ODR) Covid-19. TBC adalah penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis.

Dalam pendampingan, petugas memberikan sosialisasi pencegahan penularan virus Covid-19 bagi penderita TBC, membagikan masker, obat-obatan dan vitamin. Selain itu, dilakukan tes cepat Covid-19 atau rapid test sebagai deteksi dini pencegahan penuluaran virus Covid-19. Camat Eko mengatakan melalui pendampingan tersebut pasien TBC tetap memperoleh layanan pengobatan secara teratur.”Mereka juga akan lebih mewaspadai potensi penularan virus Covid-19,” ujarnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X