• KANAL BERITA

Kasus Henti Jantung, Perawat Didorong Kuasai ACLS

IKUTI PELATIHAN : Para peserta mengikuti pelatihan Advance Cardiac Life Support (ACLS) yang diadakan SMC RS Telogorejo di rumah sakit tersebut, Jumat (29/6). (Foto suaramerdeka.com/Eko Fataip)
IKUTI PELATIHAN : Para peserta mengikuti pelatihan Advance Cardiac Life Support (ACLS) yang diadakan SMC RS Telogorejo di rumah sakit tersebut, Jumat (29/6). (Foto suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kejadian henti jantung ( cardiac arrest ) merupakan penyebab kematian terbesar pada penderita dewasa yang menderita penyakit jantung koroner.

Karena itu, tenaga medis dan paramedis didorong menguasai Advance Cardiac Life Support (ACLS) atau pelatihan bantuan hidup jantung lanjut.

"ACLS merupakan kelanjutan dari Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kalau BHD untuk orang awam, sedangkan ACLS diperuntukkan khusus tenaga medis, termasuk perawat," kata Kepala Divisi Keperawatan dan Rawat Inap SMC RS Telogorejo, Musaadah disela-sela pelatihan ACLS yang diselenggarakan di rumah sakit tersebut, Jumat (29/6). 

Menurutnya, bagi tenaga kesehatan, keterampilan dasar untuk menolong pasien dalam kondisi kegawatan adalah ACLS. Kegawatan dalam hal ini adalah kondisi seseorang yang dapat menimbulkan atau mengancam jiwa dan memerlukan pertolongan cepat, cermat dan tepat.

"Kondisi kegawatan itu misalnya henti jantung, serangan jantung, tiba-tiba pasien tidak sadar, kurang cairan, gangguan otak dan sebagainya. Parameter yang diukur di antaranya denyut jantung, pernapasan dan respon," sebutnya.

Pihaknya berharap, adanya pelatihan itu dapat meningkatkan keterampilan dokter dan perawat dalam penanganan pasien henti jantung maupun keadaan sebelum henti jantung. 

"Henti jantung paling cepat mengakibatkan pasien meninggal. Jika kurang dari lima menit tidak tertangani, maka akan menyebebabkan kecacatan menetap atau tidak pulih," paparnya.

Sementara itu, Manajer Pengembangan Keperawatan SMC RS Telogorejo, Priyantini menambahkan, tim pengajar pelatihan itu berasal dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Meliputi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dokter spesialis anastesi serta instruktur perawat terlatih.

"Pascapelatihan ini, harapannya ketika ada pasien dalam kondisi kegawatan, dapat mendapat penanganan yang benar dan sesuai aturan yang ada," ujarnya. (Eko Fataip)

 


(Eko Fataip/CN19/SM Network)