• KANAL BERITA

Komunitas Spinmotion Melawan Stigma Negatif Single Parent

Komunitas single parent yang tergabung dalam Single Parents Indonesia in Motion (Spinmotion) foto bersama anak-anak Panti Asuhan Assalam Istiqomah (ASIH) Pejagoan, Kamis (7/6). (suaramerdeka.com/ Supriyanto)
Komunitas single parent yang tergabung dalam Single Parents Indonesia in Motion (Spinmotion) foto bersama anak-anak Panti Asuhan Assalam Istiqomah (ASIH) Pejagoan, Kamis (7/6). (suaramerdeka.com/ Supriyanto)

PREDIKAT janda maupun duda yang disebabkan oleh perceraian maupun meninggalnya pasangan selama ini terposisikan dalam beragam stigma di masyarakat yang cenderung negatif.

Penyandang status itu sudah menanggung beban berat atas dampak perpisahan dengan pasangan. Beban itu ditambah semakin berat oleh masyarakat yang memberikan diskriminasi terhadap status tersebut. Saking kuatnya stigma itu, tak jarang kata janda sering dijadikan sebagai bahan candaan, bahan gosip bahkan cenderung melecehkan.

Jika selama ini mereka diam, para penyandang single parent saat ini mulai bersuara. Tergabung dalam komunitas Single Parent Indonesia in Motion (Spinmotion), para single parent menjadikan komunitas itu sebagai ajang berbagi dalam berbagai hal. Secara nasional komunitas ini berdiri tahun 2014. Sedangkan Spinmotion Chapter Kebumen baru terbentuk Mei 2018.

Mengawali kegiatan perdana, komunitas yang baru beranggotakan beberapa orang itu menggelar bakti sosial santunan anak yatim dan dhuafa di Panti Asuhan Assalam Istiqomah (ASIH) Pejagoan, Kebumen, Kamis (7/6).

Pendiri sekaligus Ketua Spinmotion Indonesia Yasin Malenggang yang hadir dalam acara itu menyampaikan, selain memberikan bantuan kepada anak panti baik anak yatim piatu maupun anak-anak dhuafa, pihaknya ingin memberikan pemahaman dan pandangan yang lebih baik kepada single parent terutama janda. Sampai saat ini status janda masih mendapatkan stigma negatif di masyarakat.

"Para perempuan single parent memang harus terpaksa mengasuh anak-anaknya sendirian. Itu harus dipahami dan dimengerti dan bagaimana setiap orang memiliki kepedulian," ujar Yasin Malenggang kepada Suaramerdeka.com di sela-sela acara.

Butuh sebuah lingkungan yang mendukung untuk membesarkan seorang anak terutama bagi single parent. Stigma negatif oleh masyarakat akan berdampak pada aspek psikologi yang akan berpengaruh dalam pertumbuhannya.

"Kami ingin menyatakan kepada masyarakat bahwa tolong stigma untuk janda terutama stigma untuk single parent ini harus sedikit demi sedikit diubah," ujar Yasin didampingi Koordinator Spinmotion Chapter Kebumen dokter Dyah Ayu Wulansari SpA.

Pemberdayaan Anggota

Sejak berdiri Mei 2015, Spinmotion sudah memiliki 10 cabang di 10 kota di Indonesia termasuk Kebumen. Adapun aksi bakti sosial ini Kebumen menjadi lokasi yang keempat. Sebelumnya acara digelar di Jakarta, Bandar Lampung, dan Yogyakarta. Bakti sosial di bulan Ramadan  antara lain memberikan santunan janda lansia membutuhkan pertolongan bantuan pendampingan.

Sedangkan dalam program kerjanya, Spinmotion melakukan penguatan dan pemberdayaan terhadap anggota. Seperti melakukan pedampingan saat mereka mengalami masa-masa yang berat di awal menjadi single parent. Secara mental mereka butuh penguatan baik yang pasangannya meninggal maupun akibat perceraian.

"Penguatan itu kami jadikan program yang awal karena saat mereka sudah bisa berdamai dengan kondisinya, mereka akan jadi single parent yang baik untuk anak-anaknya. Ini jelas akan berpengaruh baik untuk anak-anak ke depannya," ujarnya menyebutkan 85 anggotanya adalah janda yang mengasuh anaknya sendirian.

Selanjutnya pemberdayaan untuk single parent yang memiliki usaha di bidang UMKM. Seperti memberikan pelatihan atau kerjasama dengan lembaga berkaitan dengan permodalan. Selain itu, bagaimana mengangkat para janda yang tidak tersentuh oleh program pemerintah dengan melibatkan berbagai lembaga dan instansi.

"Kami berharap lembaga baik pemerintah maupun swasta bisa menjadi mitra penguatan dan pemberdayaan single parent di setiap kota," ujarnya.

Ke depan, dia berharap setiap kota memiliki perwakilan yang menjadi media bagi single parent dan simpatisan untuk berkumpul berdikusi, berbagi pengalaman masalah single parenting. Agar menjamin kualitas parenting yang ada di wilayah tersebut. Untuk itu perlu kerjasama yang menyeluruh dengan lembaga yang ada.

Koordinator Spinmotion Chapter Kebumen dokter Dyah Ayu Wulansari SpA menambahkan bahwa single parenting bukan hanya untuk janda dan duda. Saat seorang nenek mengasuh cucu yang ibunya pergi menjadi tenaga kerja di luar negeri, termasuk single parenting.

"Single parenting itu harus bisa dilakukan oleh setiap orang karena tidak tahu kapan akan jadi single parent," ujar dokter Sari, panggilan akrab perempuan yang sudah tiga tahun bergabung di Komunitas Spinmotion tersebut.


(Supriyanto/CN33/SM Network)