• KANAL BERITA

Pentingnya Pola Asuh dan Stimulasi Dini pada Anak

Tahukah Anda ? Bahwa "Golden Periode" atau masa keemasan anak adalah masa yang terjadi pada anak sejak di dalam rahim sampai umur 2 tahun, dimana pada masa ini sel-sel otak anak berkembang  sangat cepat hingga 80 (delapan puluh) persen.

Pada usia tersebut otak mampu menerima dan menyerap berbagai macam informasi. Itulah masa-masa dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk.

Masa keemasan tersebut tidak akan pernah terulang kembali, karena itulah dimasa ini peran orangtua dengan memberikan stimulasi atau rangsangan yang tepat sangat dibutuhkan untuk menjadikan sel-sel otak anak  berkembang dengan baik sehingga anak mampu meningkatkan pengetahuannya, stimulasi juga mampu  membentuk karakter anak sejak usia dini.

Proses memberikan stimulasi atau rangsangan pada anak usia dini secara terus-menerus dan tepat sesuai dengan tingkat usia, kemampuan dan kemauan anak, akan memberi hasil yang baik. Proses ini ibarat mengukir diatas batu, yang membutuhkan waktu yang lama tetapi memberi hasil yang sempurna yang akan tertanam dengan kuat dalam otak mereka yang tidak mudah terhapus.

Menurut dokter spesialis anak RS Columbia Asia Semarang, dr. Farid Agung R, Msi.Med, Sp.A, sebagai orangtua tentunya berkewajiban memberikan yang terbaik untuk anak, yang sesungguhnya bukan hanya memberikan materi saja, tetapi lebih dari itu, orangtua harus mampu memberikan stimulasi dini pada Anak bahkan sejak anak berada dalam kandungan ibunya. “Ya, stimulasi pada anak sejak dini ini sangatlah penting dalam menunjang proses tumbuh kembang anak. Proses stimulasi yang tepat akan memberi hasil yang tepat juga,” terangnya.

Banyak ahli dan penelitian yang menjelaskan bahwa seorang anak yang memiliki orangtua cerdas (secara fisik, otak, emosi dan spriritual) akan menjadi anak yang cerdas juga apabila didukung oleh faktor lingkungan yang memadai, serta terpenuhinya kebutuhan pokok seorang anak seperti kebutuhan fisik biologis, kasih sayang dan stimulasi dini. Ketiga kebutuhan pokok tersebut tentunya harus diberikan dan dipenuhi sejak bayi hingga nantinya tumbuh besar.

Stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak di dalam kandungan untuk merangsang semua sistem indra (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, dan pengecapan) dan hendaknya dilakukan setiap hari.

“Jadi stimulasi dini adalah stimulasi yang multi sensori, melibatkan semua panca indera, jenis stimulasinya sesuai tahapan umurnya bisa dilihat dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Pada intinya adalah stimulasi oleh keluarga, orang tua dengan melibatkan semua panca indera si anak,” terangnya.

Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi atau balita. Anda tentu dapat melakukannya kapan saja, misalnya ketika memandikan bayi, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, dan lain-lain. Dan yang harus diperhatikan, stimulasi supaya anak cerdas harus diberikan dalam suasana yang menyenangkan.

“Jangan memberikan stimulasi secara terburu-buru dan dengan paksaan. Jangan memaksakan kehendak Anda, misalnya ketika bayi sedang ingin bermain hal yang lain. Rangsangan emosional yang negatif seperti sedang marah atau bosan akan diingat oleh anak sehingga menimbulkan ketakutan pada anak Anda. Agar anak cerdas dan berkembang dengan baik, berikan stimulasi dini dengan penuh kasih sayang dan kegembiraan,” tambahnya.

Selain stimulasi dini dilakukan dengan baik, hal yang harus juga diperhatikan adalah pentingnya menerapkan pola asuh yang benar. Dengan pola asuh yang benar, anak akan tumbuh berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan dan kemauannya. Pola asuh orangtua adalah bagaimana cara mendidik orangtua terhadap anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Konsep dan pola asuh dalam keluarga sangat diperlukan untuk masa depan anak yang lebih baik, jika pola asuh sejak kecil telah keliru atau salah maka masa depan anak tidak teratur dengan sendirinya.

Pola asuh adalah pendidikan karakter. Bagi Anda para orangtua, karakter apa yang ingin ditanamkan pada anak Anda? Dalam pola asuh, dapat dibagi menjadi 3 (tiga) gaya pola asuh dasar, yaitu pola asuh permisif, pola asuh otoriter dan pola asuh demokratif. Pola asuh otoriter yaitu pola asuh yang semua diputuskan dan dari orang tua tanpa mengajak diskusi anak.

“Kemudian pada pola asuh permisif adalah semua keinginan anak diperbolehkan, misalnya kasus yang berbahaya adalah banyak orang tua yang membiarkan anaknya menaiki motor padahal resiko kecelakaan sangatlah tinggi. Intinya orang tua tahu bahayanya apa, tetapi tetap dibiarkan oleh orang tua,” terangnya.

Kemudian, diantara pola asuh tersebut yang paling baik adalah pola asuh yang demokratif yaitu terjadi kebersamaan dalam memutuskan sesuatu hal, anak diajak berdiskusi, jika memang tidak baik, orang tua juga menjelaskan kenapa tidak baik dan diberikan solusi penggantinya. “Pada pola asuh demokratif, orangtua memberi kebebasan pada anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai dengan kemampuan anak, tetapi tentunya tetap dengan sensor batasan dan pengawasan yang baik dari orangtua. Anak yang diasuh dengan pola asuh ini, akan hidup ceria, menyenangkan, kreatif, cerdas, percaya diri, terbuka, menghargai dan menghormati orangtua, tidak mudah stres dan depresi, berprestasi baik serta disukai lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai orang tua, tentunya Anda harus memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang anak Anda. Pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara bersamaan dan saling mempengaruhi. Pertumbuhan bermakna bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh. Perkembangan bermakna bertambahnya struktur dan fungsi yang merupakan hasil interaksi kematangan susunan syaraf pusat dengan organ tubuh yang dipengaruhinya, meliputi kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara, bahasa, sosialisasi, kreativitas dan kemandirian.

Kemudian, untuk memberikan stimulasi pada anak, orang tua harus memanfaat semua indera yang ada pada anak secara simultan dan terintegrasi sehingga apa yang hendak diinginkan dalam stimulasi tersebut tercapai. Selain itu, berikan juga pola asuh yang terbaik bagi anak. Anda mengenal beberapa pola asuh dan yang terbaik adalah pola asuh yang demokratif.

Intinya, orang tualah yang mengontrol dan menanamkan nilai-nilai sejak kecil, hingga anak tumbuh dewasa, apakah dia akan baik serta tergali potensinya atau tidak. Oleh karena itu sudah seharusnya jika setiap orang tua dapat memberikan stimulasi dini dan pola asuh yang terbaik demi mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Selamat mencoba !!


(Red/CN33/SM Network)