• KANAL BERITA

RSUD Limpung Siap Terima Sanksi Jika Pelayanan Tak Sesuai Standar

Bupati Batang Wihaji ketika memberikan sambutan pengarahan di depan jajaran RSUD Limpung.
Bupati Batang Wihaji ketika memberikan sambutan pengarahan di depan jajaran RSUD Limpung.

BATANG, suaramerdeka.com – Segenap dokter dan perawat yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Limpung menyampaikan maklumat pelayanan di hadapan Bupati Batang Wihaji. Maklumat tersebut disampaikan untuk lebih memberikan pelayanan yang prima kepada pasien sesuai standar pelayanan, Jumat (11/5).

Direktur RSUD dokter Ani Rusydiani. M. Kes. Mengatakan, penyampaian maklumat merupakan komitmen dan janji penyelenggara pelayanan kesehatan kepada masyarakat untuk dapat memberikan pelayanan terbaik sesuai standar yang nyaman bagi pasien.

“Maklumat berisi tentang kesanggupan menyelenggarakan pelayanan sesuai standar yang di tetapkan, dan apabila tidak sesuai standar pelayanan, kami bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dokter Ani Rusydiani.

Maklumat tersebut ditandatangani Bupati Wihaji dan Direktur RSUD dokter. Ani Rusydiani di aula RSUD Limpung. Bupati Wihaji dalam kesempatan itu, mengatakan bangga dengan maklumat yang di sampaikan RSUD Limpung.
 
Dikatakan, RSUD Limpung harus tertib administrasi sesuai prosedur, dan tidak melanggar aturan. Karena merupakan RSUD baru, sehingga kesejahteraan karyawan pun harus sesuai dengan beban kerjanya, tidak hanya dituntut kerja bagus tapi mengabaikan kesejahteraan. Juga, RSUD Limpung agar bisa memberikan pelayanan yang baik dan ramah terhadap pasien.

"Logika masyarakat datang ke rumah sakit hanya minta pelayanan yang baik, efektif, efisien, sembuh dan kalau bisa gratis. Ini harus kita pahami bersama. Obat pertama yang harus di berikan kepada pasien adalah senyum, sapa dan selanjutnya pasien, agar diberikan pelayanan medis yang sebaik – baiknya," tegas Wihaji.

RSUD Limpung, lanjut Wihaji, untuk mengesampingkan administrasi pada pasien gawat darurat.

“Yang terpenting berikan pelayanan dulu untuk sembuh. Kiita harus punya keyakinan bahwa pasien dan keluarganya bertanggungjawab. Dan, apabila memang warga tidak mampu membayar administrasi, pemerintah harus hadir (untuk mambantu). Jangan pernah meninggalkan dan menciderai pasien dalam bentuk apapun. Ini juga untuk membangun kepercayaan rumah sakit pemerintah yang kredibel dan profesional,” tegas Wihaji.


(Kasirin Umar/CN33/SM Network)