• KANAL BERITA

KPA Klaten Temukan Seorang Pengidap HIV Asal Luar Kota

KPA Kabupaten Klaten memberikan penyuluhan bahaya HIV/ AIDs ke masyarakat beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/ Achmad Hussein)
KPA Kabupaten Klaten memberikan penyuluhan bahaya HIV/ AIDs ke masyarakat beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/ Achmad Hussein)

KLATEN, Suaramerdeka.com - Komisi Penanggulangan HIV/ AIDs (KPA) menemukan satu lagi pasien pengidap virus human immunodeficiency virus (HIV). Pengidap yang pulang kampung sempat menimbulkan reaksi penolakan warga.

"Ada tambah satu pengidap tetapi dari luar kota,'' ungkap Koordinator Program Komisi Penanggulangan HIV/ AIDs (KPA) Kabupaten Klaten, Fauzi Rivai, Rabu (9/5).

Pengidap baru itu berusia 33 tahun, laki-laki dan diduga tertular saat dari luar kota. Penyebabnya apa belum diketahui sebab masih didalami. Yang bersangkutan sempat diresistensi warga di Klaten tetapi berhasil dimediasi.

Setelah bertemu dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, KPA dan dinas terkait dicapai kesepahaman tidak masalah yang bersangkutan di desa tersebut.

Namun untuk menindaklanjuti dan menguatkan pemahaman masyarakat tentang HIV/ AIDs, KPA dan pihak terkait akan mengadakan sosialisasi. Apalagi ternyata, tanggapan masyarakat yang negatif itu muncul karena belum ada pemahaman yang benar terhadap penyakit HIV/ AIDs.

Meskipun bisa menular, HIV tidak semudah penyakit lain. Penularan hanya bisa melalui hubungan seks atau transfusi darah. Apabila hanya berdekatan, bersentuhan tanpa luka, berbicara dan bergaul tidak akan menular.

Tokoh Masyarakat

Untuk itu tahun ini, kata Rivai, akan ada edukasi ke masyarakat, terutama kepada para tokoh kunci masyarakat. Tahun 2017 sudah 401 perangkat desa diberikan penyuluhan.

Tahun ini 401 tokoh agama dan masyarakat dari desa yang ada di Klaten akan menyusul menjadi sasaran penyuluhan. Apalagi di Kabupaten Klaten sudah memiliki payung hukum penanganan HIV yaitu Perda nomor 6 tahun 2017.

Menurut Pelaksana Program KPA Kabupaten Klaten, Amin Bagus Panuntun sampai bulan Maret 2018 sebanyak 668 kasus dengan 369 baru tahap HIV dan 299 orang sudah tahap AIDs. Penyebab paling banyak karena hetroseks atau hubungan seks sesama jenis.

Amin mengatakan dari sisi usia, di Kabupaten Klaten pengidap HIV didominasi usia produktif. Jumlah kasus setiap bulan dan tahun berus bertambah. Tahun 2018, bulan Januari ada 13, bulan Februari ada 11 kasus dan bulan Maret ada lima kasus.

Temuan kasus baru itu berasal dari klinik layanan tes HIV. Secara umum, kondisi para pengidap itu baik sebab terdeteksi sejak awal. Namun demikian jika tidak dikawal dengan pengobatan yang rutin berpotensi untuk menuju kematian. Jumlah total yang meninggal tercatat 57 orang sejak dilakukan pemantauan tahun 2007 lalu.


(Achmad Hussain/CN33/SM Network)