• KANAL BERITA

RSCA Semarang Update Dokter Umum Seputar Penyakit Jantung

Seminar dokter “Peran Cardiologi Intervensi dalam Dunia Kedokteran” yang diadakan Rumah Sakit Columbia Asia di Hotel Grandhika Semarang, Sabtu (5/5). (Suaramerdeka.com/ Puthut Ami Luhur)
Seminar dokter “Peran Cardiologi Intervensi dalam Dunia Kedokteran” yang diadakan Rumah Sakit Columbia Asia di Hotel Grandhika Semarang, Sabtu (5/5). (Suaramerdeka.com/ Puthut Ami Luhur)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Berubahnya gaya hidup masyarakat pada saat ini, menyebabkan tingginya kasus penyakit jantung koroner.

Rumah Sakit Columbia Asia (RSCA) yang bisa melakukan tindakan pemasangan ring di pembuluh darah arteri pada pasien jantung koroner, memberikan update kepada rekan sejawat terutama dokter umum, mengenai jantung koroner dalam seminar dokter “Peran Cardiologi Intervensi dalam Dunia Kedokteran” di Hotel Grandhika Semarang, Sabtu (5/5).

Narasumber yang dihadirkan menurut General Manager RSCA Semarang dr Siska Sindhuatmadja MM, memberikan update mengenai gejala jantung koroner dan penanganannya. Baik dari saat pemberian obat sampai dengan pemeriksaan diagnostik dengan menggunakam kateter.

Selain penanganan pertama kepada pasien yang terkena serangan jantung koroner, peserta juga ditambah ilmunya agar segera menangani pasien yang terkena serangan jantung.

“Pada kasus jantung ada golden period, kalau ketahuan lebih awal tentu tingkat kesembuhannya jauh lebih baik. Jika masih kurang dari enam jam langsung ditangani maka hasilnya jauh lebih bagus,” kata Siska di Semarang, belum lama ini.

Kalau sampai terlambat maka hasilnya akan tidak bagus. Dan serangan mengenai pembuluh darah yang besar maka akan mengakibatkan kematian.

“Update diberikan kepada dokter umum agar mereka yang langsung bertemu pertama kali dengan pasien, bisa melakukan pengobatan pertama lebih dahulu dan mengenali ciri-cirinya. Tidak harus menunggu di bawa ke dokter spesialis atau ke rumah sakit,” tutur dr Siska.

Mengapa ciri-cirinya juga harus diketahui sambung Siska, karena gejala serangan jantung sama seperti sakit maag dan dokter umum harus jeli mengidentifikasi, apakah ini sakit maag atau sakit jantung agar tidak salah saat mendiagnosa.

Senada Medical Service Manager RSCA dr Aditya Nugraha M Biomed menyatakan, kegiatan ini membuat rekan-rekan akan lebih aware dengan gejala dan resikonya. Saat ini diperkirakan resiko jantung koroner 1 dibanding 3 orang atau sekitar 30 persen.

“Pasien paling banyak yang masuk ICU dan kegawat daruratan di rumah sakit kami kebanyakan terkena serangan jantung dan pembuluh darah,” tambahnya.

Dalam seminar tersebut, pihak RSCA menghadirkan tiga narasumber antara lain, Dr Roy Hardjalukita Sp PD, yang berbicara mengenai gangguan pembekuan darah sebagai faktor resiko terjadinya penyakit jantung koroner. Kemudian dr Feri Christian Sp Jantung dan Pembuluh Darah yang bicara soal jantung koroner dan terakhir dr Vony Meliana Tejo Sp Jantung dan Pembuluh Darah yang berbicara mengenai penyakit jantung non koroner.


(Puthut Ami Luhur/CN33/SM Network)