• KANAL BERITA

KLB Difteri, Bio Farma Relokasi Ekspor Vaksin Difteri

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com -  Menyusul Kejadian Luar Biasa/ KLB difteri di tiga provinsi, PT Bio Farma (Persero) memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri guna mendukung program imunisasi difteri pemerintah melalui Kemenkes.

"Bio Farma melakukan kebijakan untuk menelaah kembali permintaan ekspor vaksin difteri melalui UNICEF untuk negara berkembang, dengan merelokasi sementara waktu, guna memenuhi permintaan vaksin difteri dalam negeri," kata Corporate Secretary Bio Farma, Bambang Heriyanto dalam keterangan yang diterima Selasa (12/12).

Kendati tak menyebutkan jumlah dosis vaksin yang disediakan, Bambang Heriyanto menegaskan sebagai BUMN rodusen vaksin sangat memprioritaskan kebutuhan vaksin dalam negeri. Setiap tahunnya, Bio Farma memproduksi beragam vaksin hingga 2 miliar dosis.

Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan RI, telah melakukan penanggulangan segera guna memutuskan penularan, menurunkan jumlah kasus difteri, dan pencegahan, agar penyakit tersebut tidak semakin meluas melalui tindakan Outbreak Response Immunization (ORI) di tiga provinsi di Indonesia yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

Bio Farma memiliki pasokan vaksin dengan kandungan difteri yakni  DTP-HB-Hib (Difteri Tetanus Pertusis – Hepatitis B – Haemophylus Influenza Type B) untuk anak usia 1 – 5 tahun, DT (Difteri Tetanus) untuk anak usia 5 – 7 tahun dan Td (Tetanus Difteri) untuk anak usia 7 – 19 tahun.

Vaksin – vaksin tersebut, jelasnta, diberikan untuk pencegahan penyakit difteri, sedangkan untuk penderita difteri, Bio Farma menyiapkan Anti Difteri Serum (ADS).

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap mutu vaksin buatan Bio Farma, karena produk yang dihasilkan melalui pengawasan kualitas yang ketat, dan sistem rantai dingin (cold chain system) dengan teknologi Vaccine Vial Monitor (VVM) untuk menjamin vaksin berkualitas, aman dan efektif,” imbuhnya.


(Setiady Dwi/CN33/SM Network)

  • Tags