• KANAL BERITA

IAI Edukasi Siswa Bahaya Penyalahgunaan Obat

Siswa SMA Muhammaiyah I Klaten, Senin (30/4) mengikuti penyuluhan dari anggota IAI Klaten tentang bahaya kenakalan obat. (suaramerdeka.com/ Hussein Jatikusumo)
Siswa SMA Muhammaiyah I Klaten, Senin (30/4) mengikuti penyuluhan dari anggota IAI Klaten tentang bahaya kenakalan obat. (suaramerdeka.com/ Hussein Jatikusumo)

KLATEN, suaramerdeka.com - Sebanyak 20 sekolah di Kabupaten Klaten mengikuti sosialisasi tentang obat. Tak kurang 75 apoteker di Kabupaten Klaten diterjunkan menjadi pengajar di berbagai sekolah.

Ketua panitia, Sariyono mengatakan sebelum para apoteker diterjunkan ke sekolah sejak Senin (30/4) mereka terlebih dahulu diberi pembekalan pada Jumat (20/4) di Dinas Kesehatan. ''Apoteker sebagai tenaga kesehatan yang menggeluti obat, merasa ikut peduli untuk mengambil peran dalam meminimalisir penyalahgunaan obat dan narkoba,'' jelasnya, Rabu (2/5).

Dikatakannya, maraknya penyalahgunaan obat dan narkoba seolah tidak ada habisnya. Kejadian demi kejadian selalu berulang, bahkan memakan korban. Prihatin lagi, kalangan pelajar dan remaja menjadi pengguna utamanya.

Kondisi ini yang melatarbelakangi Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah mengadakan kegiatan bertema ''Peran Apoteker Dalam Pencegahan dan Penyalahgunaan Obat di Kalangan Pelajar''. Kegiatan ini diadakan serentak dengan melibatkan 3.118 Apoteker se Jawa Tengah dan diikuti kurang lebih 72.209 siswa SMP/SMA di 35 kabupaten/Kota.

Di Kabupaten Klaten, pengurus cabang (PC) IAI menerjunkan lebih dari 75 orang anggota apoteker Klaten yang mengajar 2.218 siswa dari 20 sekolah SMP dan SMA yang ditunjuk. Di Klaten ada 20 sekolah yang menyambut program apoteker mengajar.

Edukasi Masyarakat

Sekolah itu, kata Sariyono, antara lain SMK N 1 Gantiwarno, MTS Muhammadiyah 1 Trucuk, SMAN 1 Ceper, SMK Muhammadiyah 1 Wedi, SMP Maria Asumta, SMK  Muhammadiyah Delanggu, SMA Muhammadiyah Delanggu, SMP IT Hidayah, dan SMA IT Hidayah.

Kemudian SMP Muhammadiyah Klaten Utara, MTsN Mlinjon, SMA Muhammadiyah 1 Klaten, SMA IT Ibnu Abbas, SMKN 1 Tulung, SMK PGRI Pedan, SMP Muhammadiyah PK, SMK Muhammadiyah 1 Prambanan, SMK Citra nusantara, dan SMP N 2 Pedan.

Menurutnya peran apoteker di bidang pelayanan kefarmasian tidak hanya sebatas memproduksi atau menjual obat, tetapi lebih penting adalah memastikan obat digunakan dengan benar dan tepat.

Ketua IAI Klaten, Rina Ernamawati mengatakan tugas besar mencegah penyalahgunaan obat dan narkoba membutuhkan kerjasama dengan semua pihak. Beberapa waktu sejak maraknya kasus PCC, IAI telah berkoordinasi dan mengadakan kegiatan bersama dengan Dinas Kesehatan dan Polres untuk memberi penyuluhan masyakarat.


(Achmad Hussain/CN33/SM Network)