• KANAL BERITA

Akibat Kanker Serviks Juga Dirasakan Laki-laki

DENGARKAN CERAMAH: Sebagian anggota PW Undip mendengarkan ceramah kanker serviks. (suaramerdeka.com / Humaini AS)
DENGARKAN CERAMAH: Sebagian anggota PW Undip mendengarkan ceramah kanker serviks. (suaramerdeka.com / Humaini AS)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pertanyaan seputar kanker leher rahim atau kanker serviks yang diajukan peserta pada pertemuan Paguyuban Wredatama (PW) Undip, Kamis (13/2), menunjukkan betapa penyakit ini tak hanya dirasakan dan harus diperhatikan oleh perempuan, tetapi juga laki-laki. Bagi pasangan suami istri yang menderita bukan hanya istri, karena suami juga akan terganggu jika leher rahim istri bermasalah. D

emikian dikatakan dr Lysa Suryani Sp PA yang selalu minta maaf jika akan menguraikan permasalahan penyakit ini secara vulgar. Maklum yang dihadapi adalah para senior di fakultas tempatnya mengajar. Bahkan pemandu acara Prof dr H Subowo Sp PA (K) sebelumnya  mengatakan bahwa dr Lysa adalah mantan muridnya. Acara di gedung Prof Ir  R Soenardi, Jl Hayam Wuruk, merupakan pertemuan rutin yang mulai tahun 2020 berlangsung dua bulan sekali.

Hal lain yang dipetik dari pertanyaan orang awam adalah  cebok. “Cebok yang betul dari arah atas depan, bukan dari belakang (dubur–red). Kalau dari belakang, dikhawatirkan kotoran masuk ke vagina, bisa menimbulkan penyakit. Menyikapi kloset yang sekarang banyak ditemui dengan system mancur otomatis dari belakang, perlu disikapi dengan agak jongkok, supaya bagian depan terhindar gontoran air dari belakang,” katanya.

Pertanyaan lain yang mengemuka, banyak dilakukan oleh perempuan  menggunakan air rebusan daun sirih untuk cebok. Hal itu dibenarkan oleh dr Lysa karena memang sudah ada penelitian pemanfaatan  herbal. Daun sirih sifatnya mengeringkan. Sebelumnya diterangkan bahwa kelembaban dan kebersihan alat perempuan harus selalu diperhatikan. “Handuk kecil atau tisu jangan dipakai berulang,” katanya.

Sebagai penjagaan agar terhindar dari kanker  serviks  antara lain teratur melakukan pap smear atau Ifa paling tidak setiap tahun, khususnya untuk perempuan di bawah 60 tahun. Dengan mengambil lendir dan pemeriksaan intensif melalui vagina, akan segera diketahui jika ada masalah pada alat perempuan.

Kanker serviks tidak mudah diketahui, namun pemicunya antara lain merokok, infeksi, hamil atau melahirkan di usia sangat muda, perdarahan di luar siklus menstruasi, berganti-ganti pasangan.


(Sri Humaini As/CN26/SM Network)