• KANAL BERITA

Mengenal Penyakit Flu Singapura dan Cara Pencegahannya

Foto: istimewa
Foto: istimewa

PERUBAHAN musim dari kemarau ke hujan, biasanya berpengaruh pada kesehatan seseorang. Beberapa penyakit bisa menyerang kapan saja, termasuk flu Singapura. Hand, foot, and mouth disease, atau lebih dikenal dengan flu Singapura adalah infeksi menular akibat virus coxsackievirus, bagian dari keluarga enterovirus.

 

Virus ini hidup di saluran pencernaan dan menyebar dari orang ke orang, biasanya dari tangan yang kotor dan permukaan yang terkontaminasi oleh tinja (feses). Tidak hanya itu, penyakit ini juga dapat menular melalui kontak dengan air liur, feses, cairan pada ruam kulit, atau sekresi pernapasan (batuk atau bersin) dari orang yang terinfeksi.

Flu Singapura adalah penyakit yang tidak berbahaya, tidak memerlukan perawatan spesifik, dan biasanya hilang dalam 2 minggu. Akan tetapi jika gejalanya dibiarkan dan pasien tidak mendapatkan perawatan yang tepat, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti meningitis, polio, dan bahkan kematian.

Gejala Flu Singapura

Masa inkubasi virus flu Singapura berlangsung selama tiga hingga enam hari sebelum memunculkan gejala yang berupa:

-Demam.
-Sakit tenggorokan.
-Hilang nafsu makan.
-Muncul sariawan yang terasa nyeri di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.
-Ruam/bintik merah yang terkadang melepuh dan berisi cairan biasanya terletak pada telapak tangan, telapak kaki, dan bokong.
-Bayi dan anak balita akan rewel.
-Nyeri perut.
-Batuk.

Umumnya, penyakit flu Singapura diawali dengan munculnya demam. Setelah itu, sekitar satu atau dua hari, akan muncul sariawan atau luka di sekitar gusi, lidah, dan pipi bagian dalam. Kondisi inilah yang bisa membuat penderita flu Singapura kesakitan saat minum, makan, atau menelan. Satu sampai dua hari setelahnya, ruam muncul di telapak tangan dan kaki, serta terkadang pada bokong.

Penyebab Flu Singapura

Virus-virus dari enterovirus dapat menjadi penyebab flu Singapura. Salah satunya yang paling sering adalah coxsackievirus A16. Virus tersebut hidup dalam cairan hidung dan tenggorokan, air ludah, tinja, serta cairan pada ruam kulit, dan sangat mudah ditularkan ke orang lain malalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau barang yang terkontaminasi oleh cairan tubuh penderita. Beberapa contoh cara penularan dari penyakit flu Singapura, adalah:

1. Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita.
2. Tidak sengaja menghirup percikan air ludah, cairan hidung atau tenggorakan penderita.
3. Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata dan hidung, atau memasukan jari ke dalam mulut.

Penanganan Flu Singapura

Umumnya, flu Singapura tidak membutuhkan pengobatan. Kondisi ini kerap pulih dengan sendirinya setelah 7-10 hari. Flu Singapura disebabkan oleh virus, jadi penderita tidak perlu mengonsumsi antibiotik, dan tidak ada antivirus yang spesifik untuk mengatasi virus penyebabnya. Orang tua dapat melakukan perawatan mandiri untuk membantu meredakan gejala apabila anak menderita flu Singapura, seperti:

1. Memberikan paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan rasa nyeri atau demam.
2. Memastikan anak beristirahat secara cukup dan mengonsumsi banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.
3. Tidak memberikan makanan atau minuman asam dan pedas, karena bisa membuat luka di mulut dan akan terasa lebih perih.
4. Memberikan makanan lunak atau sup, mengingat gejala flu Singapura dapat menyebabkan sulit menelan.
5. Mengoleskan krim antigatal pada ruam.
6. Memberikan air minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

Pencegahan Flu Singapura

Pada tujuh hari pertama, penderita flu Singapura dapat dengan mudah menularkan virus ke orang lain. Setelah gejala mereda, virus masih dapat bertahan dalam tubuh penderita selama beberapa hari sampai beberapa minggu, dan dapat menyebar melalui ludah atau tinja. Untuk mengurangi risiko penyebaran flu Singapura, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Mengistirahatkan anak di rumah dan tidak menyuruhnya bersekolah sementara waktu hingga kondisinya benar-benar pulih.
2. Membersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus (misalnya pakaian, seprei, meja, peralatan makan) dengan menggunakan air dan sabun.
3. Membiasakan diri untuk mencuci tangan sampai bersih, khususnya setelah BAB, mengganti popok anak, menyiapkan makanan, atau sebelum makan.
4, Mengajari anak cara menjaga kebersihan anggota tubuhnya sendiri. Hal ini penting dilakukan karena anak-anak di bawah usia 10 tahun rawan tertular flu Singapura.
5. Mengajari anak untuk tidak berbagi peralatan makan atau minum.
6. Tidak mencium anak yang sedang menderita flu Singapura agar Anda sendiri tidak tertular.

Untuk di Indonesia sendiri, virus ini masih jarang ditemukan. Namun penting untuk selalu waspada terhadap virus-virus, karena virus apa saja sangat mudah menyerang ketika kondisi badan kita tidak siap ataupun tidak sehat. Maka dari itu, penting sekali untuk selalu menjaga kesehatan selalu karena kesehatan itu mahal harganya.


(Red/CN26/SM Network)