• KANAL BERITA

Kasus Penyakit Tidak Menular di Jateng Meningkat

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kasus penyakit tidak menular di Jateng cenderung meningkat. Biasanya, penyakit tersebut kerap dialami remaja dan masyarakat yang tinggal di area pedesaan. Menurut Kepala Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Semarang Suharto menyatakan, data yang diperolehnya beberapa waktu belakangan banyak remaja yang mengalami anemia, hipertensi dan diabetes.

"Kami fokus menangani sebaran penyakit yang tidak menular. Karena kasusnya sekarang sangat tinggi. Malahan ada peningkatan dari tahun ke tahun,” kata Suharto usai seminar himpunan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang, Sabtu (21/12).

Untuk saat ini, katanya pihaknya juga sedang fokus menanggulangi penyakit tidak menular yang cukup marak di kalangan masyarakat pedesaan. Minimnya tenaga kesehatan, terutama yang menjangkau masyarakat di pedesaan perlu untuk disiasati. “Kami saat ini cenderung langsung menjangkau langsung ke masing-masing keluarga,” tambahnya.

Dengan cara itu sambungnya, program kesehatan lebih tepat sasaran seperti memberikan penyuluhan untuk menjaga kesehatan di lingkungan keluarga termasuk para ibu dan anak. Menurut Suharto, pihaknya sudah melakukan hal tersebut di beberapa kecamatan, termasuk di antaranya di Kecamatan Gajahmungkur.

Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang Marsum Muchsin menyatakan, pihaknya juga terus berupaya mencegah kasus kematian ibu dan anak. Caranya dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan dengan mahasiswanya, untuk memberikan penyuluhan di setiap RT maupun RW.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengakui, jumlah angka kematian ibu dan anak saat ini cenderung menurun sekitar 5 persen. Menurutnya pola pencegahan dengan mendekatkan diri di lingkungan keluarga sangat penting untuk mendukung hal tersebut.

Selain itu pihaknya telah berkolaborasi dengan seluruh tenaga kesehatan untuk rutin mengecek kondisi kesehatan para ibu hamil di tiap daerah dan masing-masing rumah. "Tentunya kami ingin kampus-kampus yang mampu mencetak tenaga kesehatan, seperti Poltekkes ini bisa lebih aktif meningkatkan mutu lulusannya. Sehingga ketika terjun ke dunia kerja bisa berperan menekan kasus yang merebak di masyarakat," katanya.


(Puthut Ami Luhur/CN26/SM Network)