• KANAL BERITA

Jauhi Penyakit HIV/AIDS, Namun Jangan Jauhi Penderitanya

SENAM BERSAMA: Peringatan hari HIV/AIDS di Blora digelar sederhana, diantaranya dengan senam bersama yang diantaranya diikuti oleh sejumlah kelompok peduli HIV AIDS di Blora. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)
SENAM BERSAMA: Peringatan hari HIV/AIDS di Blora digelar sederhana, diantaranya dengan senam bersama yang diantaranya diikuti oleh sejumlah kelompok peduli HIV AIDS di Blora. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)

SINGKAT namun bermakna pesan yang disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Lilik Hernanto SKM MKes disela-sela peringatan hari HIV/AIDS sedunia di Blora, Minggu (15/12). Yakni, jauhi penyakit HIV/AIDS namun jangan jauhi penderitanya.

Meski sebenarnya, masih saja di kehidupan sehari-hari kita temui adanya orang yang takut untuk bergaul dengan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Untuk itu, kiranya perlu sosialisasi yang intens agar apa yang ditekankan oleh Dinkes Blora untuk tidak menjauhi penderita HIV/AIDS menjadi nyata di kehidupan sehari-hari.

Tidak ada yang istimewa peringatan hari HIV/AIDS sedunia di Blora di alun-alun Blora bersamaan dengan Car Free Day yang diikuti sekitar sekitar 200 orang dan dibuka Sekda Blora, I Komang Gede Irawadi. Dimulai dengan senam bersama, dan diisi oleh beberapa kelompok peduli HIV/AIDS di Blora.

Termasuk diwarnai dengan testimoni oleh penderita HIV yang sekarang kondisi tubuhnya sudah membaik, dapat jodoh dan melahirkan anak yg sehat. Menurut Lilik hal itu dikarenakan minum obat secara teratur sesuai petunjuk dokter. ''HIV memang tidak bisa disembuhkan akan tetapi kalau berobat teratur dapat menurunkan jumlah virus HIV yang ada di tubuh, dan dapat memperpanjang usia,'' ungkap Lilik Hernanto.

Mungkin himbauan dari Dinkes Blora ini yang patut diindahkan dan dijalani, yakni Lilik Hernanto mengajak agar warga masyarakat mau memeriksakan darah ke Puskesmas, RSUD Blora dan Cepu, dalam rangka untuk mengetahui apakah kita terkena HIV apa tidak. ''Kalau positif akan diobati agar tidak menularkan ke orang lain atau bayi, bagi ibu hamil,'' himbaunya.

153 Orang

Tidak berlebihan jika Lilik Hernanto 2019 menghimbau hal itu, menyusul di tahun 2019, Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora mengidentifikasi jumlah warga Blora yang terinfeksi HIV/AIDS sebanyak 153 orang. Rinciannya, yang HIV 69 orang, sementara yan AIDS sebanyak 84 orang.  Sementara itu yang meninggal sebanyak 9 orang

Menurutnya, faktor risiko tertinggi penyebab tertular HIV/AIDS adalah hubungan seks yang bergonta ganti pasangan atau heteroseksual. Untuk itu, tidak ada cara lain, salah satu cara ampuh untuk terhindar penyakit HIV/AIDS adalah selalu setia dengan pasangannya.

Dikatakan, data penderita HIV/AIDS tersebut yang terdeteksi melalui voluntary counselling and testing (VCT) di klinik VCT, dimana untuk Blora disediakan di 26 Puskesmas dan di dua RSUD, sehingga tidak menutup kemungkinan, menurut  Lilik Hernanto, jumlah penderita HIV/AIDS di Blora angkanya bisa lebih besar.

''Jumlah penderita HIV/AIDS seperti fenomena gunung es, artinya yang tampak atau yang bisa Dinkes periksa sebanyak 153 orang. Sementara yang belum terperiksa kemungkinan lebih besar lagi,'' tandasnya.

Mengenai tindak pencegahan? Dikemukakan, selama ini Dinkes Bora terus aktif melakukan penyuluhan atau sosialisasi HIV/AIDS agar masyarakat mau memeriksakan diri ke klinik VCT yang ada di 26 Puskesmas dan di 2 RSUD yang ada di Blora. ''Karena prinsipnya, semakin cepat kasus HIV ditemukan, maka semakin cepat pula untuk diobati agar tidak menjadi AIDS. Selain itu penularan di masyarakat juga dapat dicegah,'' tambah Lilik.


(Urip Daryanto/CN26/SM Network)