• KANAL BERITA

Plester Antinyeri Berbahan Dasar Lidah Buaya

Tidak Merusak Sel Tubuh

PENGHARGAAN: Kalfin Juniardi Sani, Arsynnur Pratiwi, dan Nursahsa Awalia usai menerima penghargaan sebagai juara. (suaramerdeka.com / dok)
PENGHARGAAN: Kalfin Juniardi Sani, Arsynnur Pratiwi, dan Nursahsa Awalia usai menerima penghargaan sebagai juara. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tanaman lidah budaya mudah tumbuh di berbagai tempat. Banyak rumah tangga menanamnya sebagai hiasan sekaligus dipercaya untuk ''obat''. Ada yang meyakini lidah buaya dapat menurunkan panas, meredakan sakit luka terbuka, penyubur rambut dan banyak lagi.

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mencoba membuktikan manfaat lidah buaya. Tiga mahasiswa Fakultas Farmasi, Kalfin Juniardi Sani, Arsynnur Pratiwi, dan Nursahsa Awalia meneliti dan membuat karya tulis dengan fokus pemanfaatan lidah buaya. Mereka menyajikan karya berjudul 'Inovasi Plester Antinyeri Herbal dari Lidah Buaya (Pleslibu) dengan Onset Cepat, Praktis, dan Efektif sebagai Upaya Menurunkan Angka Kesakitan Akibat Nyeri'.

"Karya kami tidak sebatas untuk internal tetapi kami ikutkan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional supaya masyarakat juga bisa mengetahui manfaat lidah
buaya dari sisi akademis ilmiah," tutur Kalfin.

Ia dan teman-temannya mempresentasikan penelitian mereka di Universitas Sriwijaya. Selama 10 menit ketiganya menyampaikan gagasan terkait judul karya dan juri
mencerca dengan pertanyaan selama 15 menit. Mereka menjawab seluruh pertanyaan berdasarkan hasil karya dan berbagai referensi yang telah dipelajari.

Mereka mengkaji dan menjelaskan produk plester antinyeri dari bahan herbal lidah buaya, yang sangat simpel dan praktis dibawa ke mana-mana. Tidak hanya itu, produk mereka tidak mengandung efek samping yang bisa merusak sel-sel seperti obat kimia lainnya.

Dua Lapisan

Nursahsa Awalia menjelaskan, ia dan tim membuat zat aktif yang diambil dari lidah buaya. Zat tersebut kemudian mereka ekstraksi dengan menambahkan bahan lain ke dalam produk. Produk ini memiliki dua lapisan, atas dan bawah. Lapisan bawah mengandung obat sedangkan yang di atas sebagai bahan perekat saat menempel kulit.

Kelebihan produk Tim UAD, memakai bahan dasar alami yakni lidah buaya yang jelas tidak mengandung kimia berbahaya, bentuknya simpel, praktis serta mudah dibawa ke mana-mana. Bagi orang yang susah menelan obat tablet tidak perlu khawatir lagi, cukup memakai Pleslibu hanya dengan menempelkannya di tempat yang terasa nyeri.

"Karya kami masih perlu pengujian lebih lanjut karena kajian LKTI lebih banyak diambil dari penelusuran studi literatur yang ada di jurnal-jurnal ilmiah. Pengujiannya harus memastikan apakah zat aktifnya benar-benar efektif bisa menembus kulit dan berapa lama prosesnya untuk menghilangkan nyeri," papar Sahsa.

Tim siap melakukan penelitian lebih jauh dan berharap bisa memproduksi secara massal melibatkan industri. Dewan juri mengganjar karya tersebut sebagai juara pertama. Hasil itu membuat tim makin bersemangat melakukan penelitian lanjutan sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya


(Agung Priyo Wicaksono/CN26/SM Network)