• KANAL BERITA

Menilik Pengaruh Buruk Gadget bagi Anak

Foto: istimewa
Foto: istimewa

ABAD ke-21 banyak menimbulkan dampak negatif dan positif, dengan perkembangan Iptek. Kini semua kegiatan manusia serasa dibuat mudah. Akses informasi semakin gampang dilakukan. Apalagi dengan munculnya telepon pintar yang kini hampir dimiliki semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali anak Sekolah Dasar.

Akhir-akhir ini telepon pintar tidak hanya dibawa kesana kemari oleh orang dewasa, namun anak-anak usia sekolah bahkan anak-anak yang duduk di bagku sekolah dasarpun kini telah mahir menggunakan telepon pintar tersebut. Namun, jika orang tua tidak mampu mengontrol penggunaan telepon pintar tersebut, justru akan membawa petaka bagi masa depan sang anak.

Kini anak-anak cenderung lupa waktu saat sedang menggunakan HP, tak menggubris kehidupan sosialnya dan justru asik bercengkrama dengan dunia maya. Alhasil prestasi anak cenderung menurun dan menyebabkan kecanduan bermain gadged dan mengakibatkan anak akan malas belajar.

Untuk itu, anak usia Sekolah Dasar balum pantas diberikan fasilitas HP pribadi, karena belum bisa membedakan hal baik dan buruk selayaknya orang dewasa. Selain belum bisa membedakan hal baik dan buruk telepon pintar atau HP juga akan mempengaruhi pada pertumbuhan anak. Anak yang sudah terbiasa menggunakan HP sejak dini akan cenderung menjadi anak yang malas dalam belajar dan berinteraksi sosial di sekitarnya.

Proses Belajar

Karena rasa malas belajar yang timbul maka akan mempengaruhi pada proses belajar sang anak. Selain belum bisa membedakan antara yang baik da yang buruk pengetahuan anak tentang kebudayaan juga akan luntur.

Informasi yang didapatkan akan dengan mudah diakses oleh anak, contohnya dengan you tube. Jika tidak diberikan batasan konten-konten yang dapat diakses maka semua yang ada mulai dari konten-koten anak hinga orang dewasa akan dengan mudah ditemukan. Sekarang ini anak Sekolah Dasar memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Jika tidak diarahkan oleh orang dewasa bisa saja berdampak negatif bagi sang anak.

Peran kita sebagai orang tua yang harus dilakukan adalah denga cara selalu memberikan pengawasan kepada anak agar tidak terpengaruh oleh hal negatif yang ditimbulkan dengan bermain  gadged, hal tersebut dengan cara mengajak anak bermain bersama, belajar hal-hal baru, melakukan hobi anak secara bersamaan, dan yang lainnya.

Dengan begitu anak tidak akan terpaku dengan telepon pintar atau HP. Terutama anak-anak Sekolah Dasar yang perlu pengawasan ekstra. Karena pada masa pertumbuhan ini anak akan cenderung lebih ingin mencaritau apa yang menurutnya menarik. Hal ini jika tidak diawasi maka konten-konten negatif akan denga mudah masuk dan diserap oleh anak.

*Celsie Carolien, Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta


(Red/CN26/SM Network)