• KANAL BERITA

Masa Kehamilan Perlu Pahami Kebutuhan Zat Gizi

SAMPAIKAN PAPARAN : Dokter spesialis gizi klinis dr Arien Himawan SpGK menyampaikan paparan pada seminar kesehatan yang diselenggarakan SMC RS Telogorejo di rumah sakit tersebut, Sabtu (16/11). (Foto suaramerdeka.com/Eko Fataip)
SAMPAIKAN PAPARAN : Dokter spesialis gizi klinis dr Arien Himawan SpGK menyampaikan paparan pada seminar kesehatan yang diselenggarakan SMC RS Telogorejo di rumah sakit tersebut, Sabtu (16/11). (Foto suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penambahan berat badan yang terlalu banyak pada ibu hamil justru akan mengakibatkan diabetes, tekanan darah meningkat, sakit punggung hingga risiko operasi karena bayi terlalu besar.

Sebaliknya jika mengalami banyak penurunan berat badan, menyebabkan berat badan bayi menjadi rendah, kelahiran prematur dan keterlambatan perkembangan janin.

Dokter spesialis gizi klinis SMC RS Telogorejo, dr Arien Himawan SpGK mengemukakan, pada ibu hamil dianjurkan makan makanan sesuai kebutuhan dan tercukupi secara gizi.

"Pada ibu hamil yang sebetulnya diperlukan adalah kebutuhan zat gizi, dan bukan kuantitas atau porsi yang berlebihan," kata Arien pada kegiatan seminar kesehatan yang diselenggarakan SMC RS Telogorejo di rumah sakit tersebut, Sabtu (16/11).

Kebutuhan karbohidrat misalnya, minimal 175 gram per per hari atau setara satu porsi nasi pada makanan cepat saji. "Ibu hamil juga memerlukan lemak untuk membantu bayi baru lahir mengatur suhu tubuh," ujarnya.

Namun demikian, mereka disarankan menghindari lemak jenuh. Lemak jenuh dapat ditemui pada makanan gorengan dan pada masakan atau sayuran bersantan yang sudah dihangatkan berulang kali.

"Banyak memakan makanan yang mengandung lemak jenuh hanya akan menambah berat badan ibu, tetapi tidak dengan bayi yang dikandung," imbuhnya.

Jenis makanan yang dianjurkan adalah adalah makanan yang mengandung banyak protein, seperti kacang, ayam,ikan, sapi, telur dan  yogurt.

Dia menyebut, ada sejumlah vitamin yang penting selama masa kehamilan. Beberapa di antaranya vitamin A, C, D, kalsium, zinc, Fe/besi.

"Zinc bisa ditemukan pada sayuran brokoli. Sedangkan kebutuhan zat besi meningkat dua kali lipat pada saat kehamilan. Jika tidak tercukupi akan mudah lelah dan rentan infeksi," paparnya. 

 


(Eko Fataip/CN19/SM Network)