• KANAL BERITA

Ratusan Pelajar SLB Temanggung Mendapat Pemeriksaan Gigi

PERIKSA GIGI: Petugas dari Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGM) Karesidenan Kedu memeriksa gigi para pelajar di SLB Negeri Temanggung. (suaramerdeka.com / Raditia Yoni Ariya)
PERIKSA GIGI: Petugas dari Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGM) Karesidenan Kedu memeriksa gigi para pelajar di SLB Negeri Temanggung. (suaramerdeka.com / Raditia Yoni Ariya)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Dalam rangka HUT Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) ke 23, diadakan kegiatan sosial berupa pemeriksaan gigi kepada ratusan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Temanggung. Selain pemeriksaan diberikan pula edukasi kepada anak-anak bagaimana merawat kesehatan gigi dan mulut dengan baik dan benar. Karena yang dilayani anak-anak berkebutuhan khusus maka para perawat pun harus ekstra sabar dalam memebrikan pelayanannya.

Ketua Korwil Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) Karesidenan Kedu Titik Isiyati (52), mengatakan, pemeriksaan dan penanganan ini dilakukan secara gratis dari para terapis ini sebagai bentuk pengabdian. Setiap tahun kegiatan sosial seperti ini dilakukan dengan bergiliran di berbagai wilayah se eks Karesidenan Kedu seperti Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Kabupaten dan Kota Magelang.

"Kita dari enam DPC mengadakan kegiatan bersama atas dukungan Ketua DPD PTGMI Jawa Tengah Bejo Santoso dengan tema langkah kecil aksi nyata sehatkan gigi anak disabilitas SLB Negeri Djoyonegoro Temanggung. Tujuannya untuk meningkatkan taraf kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak SLB sebab selama ini kesehatan gigi dan mulut mereka kurang mendapat sentuhan. Minimal nantinya anak SLB itu tahu cara menggosok gigi dengan baik dan benar,"katanya Kamis (3/10).

Ketua Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) DPC Kabupaten Temanggung, yang juga Ketua Panitia Acara, Anik Sulisytowati (39) menuturkan, acara dimulai dengan senam bersama, sikat gigi bersama dengan pengolesan triplat (pewarnaan gigi) agar diketahui selama ini gosok giginya sudah baik atau belum, penyuluhan cara gosok gigi yang baik dan benar. Juga diberikan edukasi tentang makanan yang baik dan kurang baik, meningkatkan peran serta orang tua dalam menjaga kesehatan gigi anak berkebutuhan khusus ini.

"Kita lakukan juga pemeriksaan gigi setiap anak kita lihat kasusnya bila tidak ada karies (karang gigi), tidak ada gigi berlubang maka hanya dilakukan pengolesan vitamin. Kalau ditemukan berlubang bisa ditambal dengan prioritas, lalu pencabutan gigi goyang derajat tiga, selebihnya kalau gigi berlubang besar anak mendapat rujukan ke Puskesmas Darmorini sebagai wilayah binaan,"katanya.

Apresiasi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Suparjo mengapresiasi kegiatan sosial PTGMI Korwil Kedu tersebut, sebab merupakan langkah nyata dan positif dalam rangka mewujudkan kesehatan gigi dan mulut anak Indonesia. Terlebih agendanya sangat lengkap mulai dari penyuluhan hingga pemeriksaan dan pengambilan tindakan bahkan sampai pada rujukan.

Kepala SLB Negeri Djoyonegoro Temanggung Ina Sulanti menyambut baik kegiatan yang menyasar anak didiknya, sebab sangat bermanfaat. Selama ini memang pihaknya agak kesulitan karena anak-anak cenderung takut diperiksa gigi dan mulutnya. Akan tetapi para perawat dari PTGMI se Kedu memiliki pendekatan yang sangat humanis sehingga anak-anak justru antusias saat akan diperiksa. Lalu orang tua anak juga dilibatkan secara aktif untuk mendampingi anak bersama para gurunya.

"Kedatangan para perawat gigi ini bisa memberi pengetahuan buat anak, orang tua juga guru sehingga ada kerjasama yang baik untuk kita saling mengingatkan saling mendampingi anak-anak terkait menjaga kesehatan gigi dan mulut. Selama ini memang anak-anak ada yang kalau tidak disuruh tidak gosok gigi ya memang karena mereka berkebutuhan khusus, ini yang diperiksa ada sekitar 280-an anak terdiri dari tuna netra, tuna grahita, tuna rungu wicara, tuna daksa dan autis," katanya.


(Raditia Yoni Ariya/CN26/SM Network)