• KANAL BERITA

Mahalnya Harga Obat Hepatitis C Dikeluhkan Pasien

Foto: istimewa
Foto: istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Perbedaan harga obat Hepatitis C di berbagai negara Asia yang sangat mencolok menunjukkan inkonsistensi dalam penentuan harga obat untuk negara-negara yang pendapatannya masih rendah. Contohnya harga Sofosbuvir per botol di Indonesia yaitu $180 masih lebih mahal dua kali lipat dari Thailand yaitu $91 dan 18 kali lebih mahal dari India yang hanya $10.

Begitu pula harga Daclatasvir di Indonesia yaitu $136 per botol, lebih mahal sekitar 44 kali lebih mahal dari harga Daclatasvir di India yang hanya $3 per botol. Menurut Edo Agustian dari Koalisi Satu Hati, program nasional pemerintah melalui Kementerian Kesehatan di 14 provinsi prioritas tahun ini belum dapat dihitung
kira-kira dapat mengobati berapa pasien Hepatitis C.

Pasalnya sampai detik ini harga jual obat Sofosbuvir saja belum diketahui akan berkisar di angka berapa. "Sementara masa anggaran untuk tahun 2019 akan segera berakhir dan idealnya dana tersebut yang telah disetujui DPR RI Komis IX dapat diserap dengan efektif dan efisien," ungkap Edo.

Koalisi Satu Hati, melalui pesan whatsapp kepada DPR RI sudah menyampaikan kekhawatiran akan hal ini beberapa waktu lalu. Para wakil rakyat berjanji akan menindaklanjuti kegelisahan dan kehawatiran para penderita Hepatitis C tersebut.

Beberapa waktu lalu para penderita melakukan aksi damai di depan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mempertanyakan revisi harga yang tak kunjung selesai. Revisi harga yang tidak pasti membuat Kementerian Kesehatan juga tak dapat mengambil kebijakan mengenai obat Hepatitis C.

Edo mengatakan ada empat merek dagang Sofosbuvir yang sudah terdaftar di Indonesia. Logikanya apabila semua perusahaan yang memegang hak distribusi tersebut
mendaftarkan harga jual obat mereka ke LKPP agar dapat masuk ke e-katalog, maka proses tender akan dapat segera dilakukan dan obat dapat segera tersedia kembali ke masyarakat yang membutuhkannya.

"Kami berharap Sofosbuvir segera tersedia lagi kepada masyarakat yang membutuhkan dan harga jualnya semakin murah sesuai dengan anggaran yang sudah dianggarkan pemerintah agar penderita bisa segera mendapatkannya. Selain itu perlu transparansi dan akuntabilitas dari pihak-pihak terkait dalam permasalahan ini," tandasnya.


(Agung Priyo Wicaksono/CN26/SM Network)