• KANAL BERITA

Cegah Stunting dengan Kebun Gizi Vertiminaponik

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Tiga Dosen Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tuksono, Kulonprogo. Fokusnya adalah penanggulangan stunting melalui inovasi kebun gizi sistem vertiminaponik.

Dipilih Desa Tuksono karena merupakan salah satu daerah yang menjadi lokasi khusus intervensi stunting pada tahun 2018. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa dan warga yang terdiri dari kader posyandu, PKK, dan bapak-bapak yang terampil dalam pembuatan hidroponik. Tahap pertama program ini adalah sosialisasi. Dilanjutkan dengan pembibitan menggunakan media tanam rockwool serta bibit sayuran seperti pokcoy, selada kriting dan kangkung. 

Salah satu dosen, Nor Eka Noviani menjelaskan, penggunaan rockwool sebagai media tanam karena ramah lingkungan dan dapat meminimalkan desinfektan sekaligus mengoptimalkan peran unsur hara yang ada di kolam. "Setelahnya tahap kedua adalah pemasangan instalasi dengan pipa yang disambung ke dalam kolam lele dan penanaman sayuran di dalam pipa," kata Eka.

Dia menjelaskan, vertiminaponik terdiri atas dua subsistem utama yakni hidroponik dan akuakultur. Sistem akuakultur menggunakan kolam warga yang tidak terpakai. Kebutuhan air bagi tanaman berasal dari kolam ikan yang akan mengalir mengikuti sirkulasi secara terus menerus menggunakan pompa akuarium. 

Dapatkan perlengkapan kesehatan dengan harga terbaik

Teknologi vertiminaponik merupakan gabungan antara teknologi akuakultur dengan teknologi hidroponik dalam satu system untuk mengoptimalkan fungsi air. Tanaman akan mendapat pupuk organik secara otomatis yang berasal dari sisa pakan, dan kotoran ikan. 

Kepala Desa Tuksono, Zainuri mengatakan, kegiatan kebun gizi vertiminaponik ini dapat digunakan sebagai kebun percontohan bagi warga. Budidaya sistem vertiminaponik juga dapat menambah nilai estetika di pekarangan rumah. "Efektivitas produksi ikan dan sayuran dapat lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya secara konvensional pada lahan dengan luas yang sama," ujarnya.

Pada tahap pemanenan nanti, hasil dari lele dan sayur akan dijual untuk keberlangsungan program. Sebagian lagi diolah menjadi makanan tambahan bagi anak stunting. Kader posyandu dan juga para warga akan dilibatkan dalam perawatan dan keberlangsungan program kebun gizi tersebut.(


(Amelia Hapsari/CN26/SM Network)