• KANAL BERITA

Angka Kematian Ibu dan Anak Terus Ditekan Dinkes Jateng

EVALUASI: Pertemuan evaluasi tengah tahun Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Solo, Kamis (29/8). (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)
EVALUASI: Pertemuan evaluasi tengah tahun Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Solo, Kamis (29/8). (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Dinas Kesehatan Jawa Tengah terus menekan angka kematian ibu. Sebab di beberapa daerah, angka tersebut masih terlalu tinggi. Demikian juga dengan angka kematian anak, yang angkanya cukup tinggi di beberapa daerah, juga terus ditekan. "Upaya yang sama juga kita lakukan untuk pesakitan yang terserang demam berdarah, TBC, atau penyakit lain yang membahayakan" kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dokter Yulianto Prabowo.

Hal itu dikatakan di sela pertemuan evaluasi tengah tahun 2019 di Hotel Paragon Solo, Kamis (29/8). Pertemuan yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah itu diikuti perwakilan dinas kesehatan berbagai kabupaten/kota, rumah sakit umum daerah (RSUD), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan kelompok-kelompok peduli kesehatan.

"Evaluasi ini untuk mengukur sejauhmana keberhasilan pelaksanaan program kesehatan yang diprogramkan Dinas Kesehatan. Sehingga berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan diharapkan bisa diselesaikan di semester kedua ini," kata dokter.

Lebih lanjut Yulianto mengatakan, Pemprov Jateng punya target mengeliminasi berbagai kasus kesehatan hingga 2028. Untuk menuju ke sana, ada empat tahap yang bakal dilakukan. Pertama menemukan kasus, kedua mengobati, ketiga mempertahankan dan yang terakhir menyembuhkan.

Menurut dia, saat ini masih dalam tahap pertama, yaitu menemukan. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan terus mendorong daerah untuk bisa menemukan kasus-kasus kesehatan yang selama ini tidak mampak di permukaan, sehingga nantinya bisa diobati. "Kalau kasusnya tidak ditemukan bagaimana bisa kita mengobati, bagaimana target 2028 bisa tercapai," kata dia.

Dapatkan perlengkapan ibu dan anak dengan harga termurah

Sementara itu Dinas Kesehatan Boyolali terus menggerakkan masyarakat/kelompok masyarakat yang peduli kesehatan. Kamis (29/8), mereka dikumpulkan di Hotel Assalam Syariah Pabelan Sukoharjo. Mereka berjumlah 150 orang dari beberapa kelompok peduli yaitu kelompok motor, kelompok senam, kelompok radio, kelompok sukma desi (sukarelawan kader muda desa siaga).

Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Boyolali dihadirkan untuk memberi pencerahan pada mereka. "Kegiatan ini merupakan upaya promotif dan preventif untuk mencegah meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit, baik menular maupun tidak menular," kata Kepala Dinas Kesehatan Boyolali dokter Ratri Survivalina.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut diharapkan kelompok peduli yang diundang dapat menerapkan gerakan masyarakat hidup sehat (germas) untuk diri sendiri. Selanjutnya dapat mensosialisasikan pada keluarga dan kelompok masing-masing sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


(Langgeng Widodo/CN26/SM Network)