• KANAL BERITA

40 Tahun, Rumah Sakit Mount Elizabeth Terus Hadirkan Teknologi Terbaru

Dalam Pelayanan dan Kemitraan

TERIMA TUMPENG:  Ibu Mutia Amir Hamzah, perwakilan komunitas pasien Mount Elizabeth, secara simbolis menerima potongan tumpeng dari CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth, Dr. Noel Yeo dan CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Mr. Stephens Lo. (suaramerdeka.com / dok)
TERIMA TUMPENG: Ibu Mutia Amir Hamzah, perwakilan komunitas pasien Mount Elizabeth, secara simbolis menerima potongan tumpeng dari CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth, Dr. Noel Yeo dan CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Mr. Stephens Lo. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tak terasa tahun ini, Rumah Sakit Mount Elizabeth sudah berusia 40 tahun. Terus menghadirkan teknologi terbaru untuk peningkatan presisi dalam bedah, keselamatan dan kenyamanan pasien, RS ini kini terpercaya di Asia Pasifik. Seiring berjalannya waktu, Jumlah kunjungan pasien Indonesia yang berkunjung juga terus bertambah. Ini menunjukkan ketersediaan tim besar yang terdiri lebih dari 1.500 spesialis multidisipliner di bawah satu atap.

"Konsentrasi spesialis ini tidak tertandingi di Asia dan merupakan keunggulan utama karena kasus-kasus rumit memerlukan pendekatan tim. Tidak dapat ditangani oleh satu spesialis saja," kata CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth, Dr Noel Yeo.

Berawal sebagai rumah sakit perawatan tersier akut, Mount Elizabeth telah membangun reputasinya sebagai fasilitas perawatan untuk operasi kompleks dan perawatan kritis. Menawarkan keahlian kelas dunia dengan prosedur canggih seperti transplantasi organ, bedah onkologi, bedah jantung tingkat lanjut, prosedur minimally invasive, bedah robotik, dan perawatan kesuburan.

Dalam 40 tahun terakhir, Rumah Sakit Mount Elizabeth telah menorehkan banyak prestasi perintis dan penting. Diantaranya menjadi rumah sakit swasta pertama di Singapura yang melakukan bedah jantung terbuka (open-heart surgery) dan syaraf (neurosurgery).

Menjadi rumah sakit pertama di Asia yang berhasil melakukan prosedur cardiomyoplasty dan transmyocardial revascularisation menggunakan laser jantung pada 1993. Selain itu, Mount Elizabeth juga menjadi rumah sakit swasta pertama di Asia Tenggara yang melakukan Living Donor Liver Transplant dan robotic neck dissection.

Keahlian spesialis diperlengkapi dengan teknologi medis canggih dalam diagnosis dan perawatan. Rumah Sakit Mount Elizabeth pun dikenal sebagai pelopor teknologi kesehatan tercanggih. Pada 2004, menjadi rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang melakukan Minimally Invasive Robotic Surgery untuk bedah umum, jantung, dan urologi menggunakan sistem bedah da Vinci empat-lengan.  Lalu pada 2005, Mount Elizabeth adalah rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang memperkenalkan teknologi 64 iris untuk CT koroner angiogram.

Tomotheraphy

Pada 2019, Rumah Sakit Mount Elizabeth meluncurkan Radixact, teknologi Tomotherapy generasi keempat, sistem terintegrasi yang memberikan radiasi yang ditargetkan ke tumor sambil menyisakan jaringan sehat di sekitarnya.

“Kami akan terus menghadirkan teknologi terbaru untuk meningkatkan presisi dalam bedah, keselamatan dan kenyamanan pasien. Mount Elizabeth baru saja mencatatkan tonggak untuk 1.500 bedah robotik pada 2019. Kami juga menantikan sistem sinar proton untuk perawatan kanker tersedia di Mount Elizabeth Novena pada 2021, ”kata CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Mr Stephens Lo.

Untuk mengapresiasi hubungan yang erat dengan para mitra dan komunitas pasien di Indonesia, Rumah Sakit Mount Elizabeth baru-baru ini memperingati 40 tahun menggelar berbagai kegiatan. Seperti art workshop eksklusif dan malam perayaan bertajuk ‘The State of the Art in Mount Elizabeth Journey’ di Jakarta.

“Rumah Sakit Mount Elizabeth telah melayani pasien Indonesia selama bertahun-tahun. Seiring waktu, kami telah membina hubungan yang erat dengan banyak komunitas pasien dan berbagi kisah harapan dan kehidupan yang berkesan dengan mereka, ” kata Dr. Noel Yeo.


(Hendra Setiawan/CN26/SM Network)