• KANAL BERITA

Abrasi

Oleh: drg Teguh Prasetyo Hery Purnomo Sp KGA

drg Teguh Prasetyo Hery Purnomo Sp KGA (suaramerdeka.com/dok)
drg Teguh Prasetyo Hery Purnomo Sp KGA (suaramerdeka.com/dok)

Pertanyaan :

Halo dok, saya mau menanyakan gigi atas terasa nyeri sekali sewaktu minum yang dingin. Akhir akhir ini terasa sensitif sekali dan terasa mengganggu. Padahal saya rajin menggosok gigi dan sudah menggunakan pasta gigi sensitif. Pada awalnya nyeri hilang tetapi kemudian muncul kembali. Apakah penyebab gigi nyeri dan bagaimana perawatannya, dok.

Dewi, Semarang.

Jawaban:

Pertanyaan yang sangat menarik, Dewi. Kondisi gigi yang dialami Dewi biasa disebut abrasi. Abrasi adalah suatu keadaan abnormal akibat keausan atau terkikisnya gigi pada bagian cervical (batas antara gigi dengan gusi) yang disebabkan karena faktor mekanis. Abrasi akan memberikan efek sensitif dan nyeri apabila gigi terkena makanan atau minuman dingin. Ketika email terkikis dan dentin terbuka maka canalis dentinalis (saluran pori pori halus) yang menghubungkan dengan saraf gigi akan mudah menstimulasi perubahan suhu  yang dingin sehingga gigi menjadi nyeri. Beberapa penyebab abrasi adalah kesalahan menggosok gigi, penggunaan prothesa (gigi palsu) cengkeram / kawat dan kebiasaan menggunakan tusuk gigi. Sebab utama abrasi yang sering dijumpai adalah karena kesalahan dalam menggosok gigi.

Kesalahan dalam proses membersihkan gigi bisa dibagi dalam kesalahan teknik menggosok gigi dan kesalahan dalam pemilihan sikat gigi atau pasta gigi. Tidak disarankan menggosok gigi dengan tekanan yang kuat secara mendatar (horizontal). Kebiasaan ini akan menyebabkan terkikisnya email dan dentin sehingga pada akhirnya akan menyebabkan abrasi. Sebaiknya memilih kepala sikat sesuai dengan usia dengan filamen atau bulu sikat yang lembut. Kurang disarankan pemilihan pasta gigi dengan bahan yang abrasif.

Menurut penelitian, prevalensi gigi Premolar (geraham kecil) paling banyak mengalami abrasi. Kemudian diikuti gigi Caninus (taring) dan gigi Molar (geraham).

Foto: suaramerdeka.com/dok
foto: suaramerdeka.com/dok

Gambaran klinis abarasi ada dua macam. Yaitu berbentuk V dan berbentuk cekungan atau parit. Apabila abrasi dibiarkan tanpa perawatan, selain gigi menjadi sensitif juga dapat mengakibatkan fraktur mahkota gigi. Perawatan yang sering dilakukan oleh dokter gigi  adalah dengan penambalan menggunakan resin komposite, komposite flowable atau glass ionomer cement (GIC).


(Red/CN40/SM Network)